INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir kembali menuai kritik di Kalimantan Tengah. Kali ini, gangguan listrik terjadi ketika Pemerintah Provinsi Kalteng menggelar ramah tamah dan perkenalan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng yang baru, Hendrizal Husin.
Acara tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat malam, 15 Agustus 2026. Pemadaman di tengah agenda resmi pemerintah provinsi itu mendapat sorotan dari Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi.
Junaidi menilai pemadaman listrik tidak semestinya terjadi, terlebih ketika pemerintah daerah sedang menggelar kegiatan penting yang dihadiri sejumlah pejabat.
“DPRD sangat tidak berkenan apabila PLN melakukan pemadaman, baik di kabupaten maupun di tingkat provinsi. Apalagi ini merupakan acara penting, ada kegiatan ramah tamah dan sebagainya, tetapi ternyata masih terjadi pemadaman,” tegas Junaidi.
Menurut dia, pemadaman tersebut merupakan bagian dari sistem pemadaman bergilir yang kebetulan berdampak pada kawasan sekitar pusat pemerintahan. Namun, kondisi itu tetap menjadi persoalan yang harus dievaluasi oleh PT PLN (Persero).
Junaidi mengatakan DPRD Kalteng sejak awal telah menyampaikan keberatan terhadap pemadaman listrik di daerah tersebut. Ia mempertanyakan mengapa Kalteng masih mengalami gangguan pasokan listrik, sementara provinsi ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi.
“Kami sangat tidak berkenan karena sering saya sampaikan bahwa Kalteng merupakan wilayah penghasil energi. Kita memiliki surplus daya. Artinya, jangan sampai Kalteng justru dijadikan tempat pemadaman seperti daerah-daerah lainnya,” ujarnya.
Ia meminta PLN tidak hanya melihat persoalan dari sisi ketersediaan daya, tetapi juga mengevaluasi sistem distribusi dan keandalan jaringan. Sebab, kata dia, besarnya potensi energi tidak akan banyak berarti apabila masyarakat masih menghadapi pemadaman secara bergilir.
Junaidi berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, Kalteng semestinya memperoleh layanan kelistrikan yang lebih andal karena memiliki kapasitas dan sumber daya energi yang besar.
“Harapan kami ke depan tidak ada lagi pemadaman di Kalteng. Bagaimana pun juga Kalteng merupakan daerah penghasil energi. Kita memiliki potensi dan produksi energi yang besar,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Kalteng akan terus mendorong agar persoalan kelistrikan mendapat perhatian serius. Bagi Junaidi, pemadaman listrik tidak semestinya menjadi persoalan rutin di daerah yang memiliki sumber daya energi melimpah.
Penulis: Muhammad Suhairi
Editor: Andrian