INTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan meningkatkan pengawasan terhadap wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli udara lintas sektor. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi titik api sekaligus melihat kondisi lahan gambut dari udara.
Patroli tersebut dipimpin Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agus Supriadi dan Kepala SPTN Wilayah II Kuala Pembuang Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Sugoro Sutoyo.
Tim menggunakan helikopter AS350B3E/PK-DAP milik Satuan Tugas Udara Kementerian Kehutanan yang dioperasikan Derazona Air Service. Penerbangan dipandu Capt. Agung Putra W. sebagai Pilot in Command dan Yudha Medistya P. sebagai Helicopter Landing Officer.
Dalam kegiatan itu, pemantauan diarahkan pada kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, termasuk lahan gambut. Pengawasan dari udara dinilai dapat membantu petugas memperoleh gambaran kondisi wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ahmad Selanorwanda mengatakan, patroli udara menjadi salah satu langkah untuk memperkuat deteksi dini. Dengan pemantauan tersebut, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
“Pemantauan dari udara menjadi langkah strategis dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, mempercepat respons penanganan, serta memastikan tidak ada titik api yang luput dari pengawasan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Kementerian Kehutanan, dan unsur satuan tugas perlu terus diperkuat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan membuat pengawasan kawasan rawan kebakaran berjalan lebih terpadu. Selain pemantauan, kesiapan merespons temuan titik api juga menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian.
Pemkab Seruyan turut mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran, antara lain dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap risiko karhutla dapat ditekan sehingga dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi bisa dicegah.