website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pembangunan Huma Betang di Suling Tambun Dimulai, Bupati Seruyan Tekankan Persatuan

Proses pemancangan tiang pertama pembangunan Huma Betang di Suling Tambun. (Ist)

Logo Pemkab SeruyanINTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Pembangunan rumah adat Huma Betang di Desa Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, resmi dimulai. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menandai dimulainya pembangunan tersebut melalui pemancangan tiang pertama, Selasa, 27 Oktober 2026.

Pembangunan Huma Betang ini diharapkan tidak hanya menjadi upaya melestarikan warisan budaya masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi ruang yang memperkuat persatuan dan kebersamaan warga.

Dalam sambutannya, Ahmad menyebut dimulainya pembangunan rumah adat tersebut sebagai momentum penting bagi masyarakat setempat. Ia berharap keberadaan Huma Betang kelak menjadi kebanggaan bersama sekaligus mencerminkan identitas budaya masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul di titik pembangunan Rumah Betang di Tumbang Langkai. Ini sejarah, ini prestasi, dan ini kebanggaan bersama,” ujar Ahmad.

Pasang Iklan

Menurutnya, makna Huma Betang tidak semata-mata terletak pada bangunan fisik. Lebih dari itu, falsafah yang terkandung di dalamnya mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan persatuan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pembangunan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan ant warga dan membangun semangat kolektif dalam mendorong kemajuan daerah.

Ia menilai nilai persatuan dan gotong royong menjadi modal penting bagi pembangunan, terutama di Kecamatan Suling Tambun yang merupakan bagian dari Kabupaten Seruyan dan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Semoga dengan dimulainya pembangunan Rumah Betang ini, falsafah Huma Betang benar-benar dapat dipraktikkan untuk mempersatukan seluruh unsur dan membangun kekuatan bersama demi kemajuan Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, dan Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Sebelum pemancangan tiang pertama, Ahmad mengajak seluruh pihak yang hadir berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Doa tersebut menjadi bentuk harapan agar proses pembangunan berjalan lancar dan rumah adat itu dapat diselesaikan sesuai rencana.

Setelah rampung, Huma Betang diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan masyarakat sekaligus sarana menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Dayak di Kabupaten Seruyan.

Pasang Iklan

Penulis: Ahmad
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!