INTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan etika aparatur sipil negara (ASN) di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pembinaan ASN melalui siraman rohani dan silaturahmi pagi di Masjid Agung Nurul Yaqin, Kuala Pembuang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan rutin bulanan itu mengangkat tema Transformasi Digital yang Beradab: Menjaga Integritas ASN di Era Media Sosial dan Kecerdasan Buatan. Acara diikuti ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan dan jajaran Kementerian Agama, dengan menghadirkan Ustadz Ahmad Yani sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Supian mengatakan pembinaan rohani tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan antaraparat sekaligus membangun semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap pertemuan rutin tersebut dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan mempererat komunikasi di antara ASN, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih harmonis.
Menurut Supian, tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan tidak seharusnya membuat aparatur mengabaikan pengembangan diri. ASN tetap dituntut meningkatkan pengetahuan, menjaga kedisiplinan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan pembinaan mental spiritual. Menurutnya, kekuatan rohani menjadi salah satu landasan dalam membentuk karakter aparatur yang sabar, bersyukur, dan berintegritas.
“Jangan hanya pandai merawat jasmani kita, tetapi rohani juga perlu diperhatikan dan dirawat, salah satunya melalui kegiatan siraman rohani seperti ini,” pesannya.
Supian turut mengaitkan pembinaan keagamaan dengan tantangan transformasi digital. Menurutnya, pemanfaatan media sosial dan kecerdasan buatan harus disertai kesadaran moral agar teknologi tidak disalahgunakan dan tetap mendukung pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Ia mengajak seluruh ASN menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam bersikap, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.
Pada bagian akhir sambutannya, Supian mengingatkan agar aparatur tidak menjadikan pujian sebagai orientasi dalam bekerja. Ia meminta ASN tetap rendah hati dan lebih mengutamakan nilai kebaikan serta manfaat dari setiap tugas yang dijalankan.
“Janganlah hidup ini mengharapkan pujian, tetapi bersiap-siaplah untuk menghadapi cacian dan makian. Mari kita memandang orang lain dari segi kebaikannya, jangan memandang keburukannya,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap pembinaan rohani dapat menjadi bagian dari upaya membangun karakter ASN yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki etika, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penulis: Ahmad
Editor: Andrian