INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Maraknya laporan palsu terkait kebakaran hingga kondisi darurat lainnya kini bikin gerah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Fenomena ini dinilai bukan sekadar iseng, tapi sudah mengganggu kinerja petugas bahkan berisiko membahayakan keselamatan di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Palangka Raya, Urianinu Napulangit, angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuat laporan, apalagi yang bersifat hoaks.
“Laporan darurat itu harus disampaikan secara bertanggung jawab. Ini menyangkut kecepatan penanganan dan keselamatan petugas,” tegas Urianinu, beberapa hari lalu.
Untuk mengantisipasi laporan palsu, Disdamkarmat kini mengandalkan layanan call center 112 sebagai jalur utama pengaduan. Tak sekadar menerima laporan, sistem ini sudah dilengkapi teknologi penyaring yang bisa mendeteksi valid atau tidaknya informasi.
Operator call center pun bukan sembarang petugas. Mereka telah dibekali pelatihan khusus agar mampu memilah laporan serius dan yang sekadar prank.
“Di 112, kami punya sistem yang bisa menilai laporan itu benar atau tidak. Operator juga sudah terlatih untuk melakukan verifikasi awal,” jelasnya.
Meski begitu, laporan palsu masih saja ditemukan, terutama yang beredar di kalangan relawan pemadam kebakaran. Karena itu, Urianinu mengingatkan relawan agar tidak langsung bergerak tanpa memastikan kebenaran informasi.
“Kami apresiasi semangat relawan, tapi jangan langsung merespons info yang belum jelas. Bisa buang waktu, tenaga, bahkan membahayakan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Disdamkarmat juga memanfaatkan teknologi pelacakan digital untuk mengetahui asal laporan. Dengan sistem ini, lokasi penelepon bisa terdeteksi dan dicocokkan dengan kondisi di lapangan.
Lewat berbagai langkah ini, masyarakat diharapkan lebih bijak menggunakan layanan darurat. Sebab, satu laporan palsu saja bisa berdampak besar dan menghambat penanganan kejadian yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Editor: Andrian