INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Musibah memilukan menimpa keluarga seorang bocah berinisial F berumur tujuh tahun, saat menghabiskan acara perpisahan di salah satu sekolah TK di Kumai yang digelar di Kolam renang TWK Uning di jalan Pasir Putih RT.12 Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Korban diduga luput dari perhatian sehingga tenggelam saat hendak mandi di kolam tersebut pada hari Selasa (21/6), sekitar pukul 12.16 WIB.
Dari informasi yang didapat, peristiwa itu diduga terjadi ketika korban beserta keluarganya mengikuti acara perpisahan di salah satu sekolah TK di Kecamatan Kumai yang dilaksanakan di kolam renang tersebut.
Kapolsek Kumai Iptu Rahis Fadhlillah, pada Rabu, (22/6/2022), menceritakan kronologisnya, pada Selasa (21/6), sekira pukul 08.10 wib diadakan acara perpisahan di sekolahnya, korban orang tua berangkat menuju kolam renang TWK Uning.
“Acara perpisahan tersebut dihadiri oleh guru TK beserta murid dan wali murid. Acaranya dimulai sekitar pukul 08.00 wib dengan acara sambutan dan dilanjutkan peragaan para murid dalam keahlian masing masing dan dilanjutkan lagi foto bersama pada pukul 11.12 wib,” kata Kapolsek Kumai Iptu Rahis Fadhlillah.
Lanjut Rahis, setelah sesi foto bersama, korban dan orang tua laki laki berenang di kolam yang dangkal. Korban berenang kurang lebih sekitar 15 menit pada pukul 11.30 wib.
“Selanjutnya orang tua laki-laki korban mengajak korban untuk makan namun korban menolak dan ingin bermain kembali bersama teman temannya di kolam renang tersebut,” terang Kapolsek.
Selesai makan, orang tua laki-laki korban berencana mencari korban untuk mengajak makan, setelah mencari di seluruh kolam renang TWK Uning korban tidak di temukan.
Karena tidak ditemukan, lanjut Kapolsek orang tua laki-laki korban memberitahu kepada wali kelas TK bahwa korban tidak ditemukan di sekitar kolam renang TWK uning tersebut.
Selanjutnya pihak orang tua bersama guru-guru memberitahu pihak kolam renang TWK Uning dan dilakukan pengumuman menggunakan mikropon di kolam renang TWK Uning. Setelah diumumkan korban tidak ada muncul, dan dilanjutkan semua guru dan wali murid ikut mencari korban.
“Sekitar pukul 12.16 wib korban ditemukan oleh wali murid yang berenang di kolam renang dengan ukuran 150 meter, selanjutnya orang tua laki-laki dan petugas kolam renang TWK Uning mengambil tindakan pertama pada korban namun tindakan tersebut tidak ada hasil,” terang Kapolsek Kumai Iptu Rahis Fadhlillah.
Korban dibawa ke Puskesmas Kumai sekitar pukul 13.00 wib dan dilanjutkan dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas.
Pihak puskesmas memberikan hasil bahwa korban tidak bisa diselamatkan, selanjutnya pada pukul 14.00 wib korban dibawa pulang.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian