INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kotawaringin Barat (Kobar) belum sepenuhnya lepas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang 2026, ribuan titik panas terpantau di wilayah Kobar dengan luasan lahan yang terbakar mencapai ribuan hektare.
Berdasarkan rekapitulasi data SiPongi Kementerian Kehutanan RI, tercatat sebanyak 2.001 hotspot terdeteksi di enam kecamatan di Kabupaten Kobar. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya tekanan karhutla yang terjadi selama periode pemantauan tahun ini.
Hotspot paling banyak ditemukan di Kecamatan Arut Selatan, yakni mencapai 1.307 titik. Kecamatan Kumai berada di urutan berikutnya dengan 377 hotspot, disusul Kotawaringin Lama 119 titik, Arut Utara 117 titik, Pangkalan Banteng 65 titik, dan Pangkalan Lada 16 titik.
Besarnya jumlah titik panas tersebut juga diikuti dampak terhadap lahan. Rekapitulasi BPBD Kobar mencatat total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.824,98 hektare sepanjang 2026.
Dari total tersebut, Arut Selatan menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar, yakni 942,69 hektare. Kemudian Kumai dengan 724,43 hektare, Pangkalan Banteng 81,75 hektare, Kotawaringin Lama 32,10 hektare, Arut Utara 30,50 hektare, dan Pangkalan Lada 13,51 hektare.
Untuk merespons kejadian tersebut, BPBD Kobar telah melakukan 294 kali penanganan karhutla. Penanganan dilakukan di sejumlah wilayah berdasarkan laporan kejadian dan kondisi titik api yang ditemukan di lapangan.
Namun, kondisi terkini mulai menunjukkan perkembangan positif. BPBD Kobar menyebut aktivitas titik api sudah mulai landai dan secara umum tidak lagi ditemukan titik panas baru yang membutuhkan penanganan besar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan petugas kini masih memantau beberapa lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian. Salah satunya berada di kawasan KM 15 Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dan Desa Tanjung Putri.
“Secara umum titik baru sudah tidak ada. Fokus di KM 15 Pangkalan Bun-Kolam dan Desa Tanjung Putri. Tanjung Putri juga mulai terkendali,” kata Andhan Santana, Kamis (3/9/2026).
Meski kondisi mulai terkendali, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api. Terlebih, kondisi lahan yang masih kering dapat membuat api kembali menyala apabila terdapat sumber pemicu baru.
Rekapitulasi tersebut menunjukkan sepanjang 2026 Kobar menghadapi 2.001 hotspot, 294 penanganan karhutla, serta 1.824,98 hektare lahan terbakar. Saat ini, BPBD terus memastikan lokasi yang masih menjadi fokus penanganan benar-benar aman dan tidak kembali meluas.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian