INTMNEWS.COM, SAMPIT – Seorang remaja perempuan yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP mengalami trauma berat setelah menjadi korban penganiayaan oleh seorang petugas keamanan berinisial I di Perumahan Wengga Happy, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Keluarga korban tidak terima atas perlakuan tidak menyenangkan tersebut dan telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian serta ke Dewan Adat Dayak (DAD) untuk diproses melalui jalur hukum adat.
“Saat ini anak kami mengalami trauma. Ia tidak berani keluar rumah, bahkan untuk sekolah pun tidak berani,” ungkap Rudiyanto, ayah korban, pada Kamis, 17 Juli 2025.
Rudiyanto mengatakan bahwa insiden tersebut telah dilaporkan ke Polsek Baamang. Namun, karena kasusnya dianggap sebagai tindak pidana ringan (tipiring), pihak keluarga memutuskan untuk menempuh jalur hukum adat guna mendapatkan keadilan.
“Semalam kami sudah melapor ke Polsek Baamang, namun hasilnya belum memuaskan. Hari ini kami juga melapor ke DAD agar kasus ini bisa diproses sesuai hukum adat,” ujarnya.
Kronologi kejadian dijelaskan langsung oleh Kevin Pratama Putra, kakak korban. Ia menyebut kejadian bermula saat dirinya baru pulang dari Expo di Stadion 29 November.
“Saya baru sampai rumah, tiba-tiba sekelompok orang datang dan mendobrak pintu. Saya ditarik keluar rumah dan dituduh membawa perempuan tanpa izin. Padahal itu adik kandung saya sendiri. Saat saya ingin menunjukkan Kartu Keluarga, mereka malah merampas dan saya dicekik,” jelas Kevin.
Akibat insiden tersebut, pintu utama rumah mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, sang adik kini mengalami trauma berat dan enggan kembali ke sekolah.
Menanggapi laporan yang masuk, Kepala Sekretariat DAD Kotim, Safaruddin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan tersebut dan akan segera menindaklanjutinya.
“Laporan sudah kami terima. Kami akan mempelajari kasus ini dan dalam waktu dekat akan memanggil kedua belah pihak untuk proses penyelesaian sesuai hukum adat yang berlaku,” ujarnya.
Penulis: Oktavianto
Editor: Andrian