website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Khotbah Jumat di Kobar Ingatkan Amanah Menjaga Alam: Jangan Biarkan Api Menjadi Petaka

PANGKALAN BUN – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, turut menjadi renungan dalam khotbah Sholat Jumat, Jumat (11/9/2026). Jemaah diingatkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia kepada Allah SWT.

Dalam khotbah tersebut disampaikan, manusia tidak sepatutnya membuat kerusakan di muka bumi. Alam yang menjadi tempat kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan yang hanya memberikan keuntungan sesaat.

Karhutla menjadi salah satu gambaran nyata ketika keseimbangan lingkungan terganggu. Kebakaran yang dipicu aktivitas manusia dapat meluas dan membawa dampak jauh lebih besar dibandingkan tujuan awal pembakaran.

Bukan hanya hutan dan lahan yang menjadi korban. Asap kebakaran dapat mengganggu kehidupan masyarakat, sementara berbagai jenis satwa kehilangan tempat berlindung dan sumber kehidupannya. Pada akhirnya, kerusakan tersebut kembali dirasakan manusia.

Pasang Iklan

Pesan khotbah juga mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak ditempatkan di atas keselamatan orang banyak. Membakar lahan mungkin terlihat sebagai cara cepat menyelesaikan pekerjaan, tetapi akibatnya dapat menjadi panjang ketika api tidak terkendali.

Renungan itu terasa semakin kuat jika melihat perjuangan para petugas yang setiap hari berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka harus berhadapan dengan kobaran api dan pekatnya asap untuk melindungi masyarakat serta lingkungan.

Anggota BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi atau yang akrab disapa Dias Dawi, menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi para petugas. Ia menilai karhutla yang terjadi saat ini bukan lagi persoalan biasa.

“Ini bukan kejadian biasa, tapi ini bencana di benua kami,” ujar Dias.

Menurut Dias, Satgas Karhutla bersama berbagai unsur telah berupaya melakukan pemadaman dan penanganan di lapangan. Namun, perjuangan tersebut memiliki risiko besar. Petugas harus bekerja dalam kondisi panas, asap, dan medan yang tidak mudah.

Perjuangan itu bahkan telah membuat sejumlah pejuang karhutla menjadi korban. Karena itu, masyarakat diingatkan bahwa mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih penting daripada membiarkan api membesar kemudian berharap para petugas mampu mengatasinya.

Pasang Iklan

Dari masjid, pesan menjaga alam kembali digaungkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak membakar lahan sembarangan, tidak membuang puntung rokok di lahan kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Di tengah karhutla yang masih mengancam, doa dan ikhtiar berjalan beriringan. “Lindungi kami, ya Allah, dari ganasnya asap,” menjadi ungkapan harapan agar para pejuang karhutla diberikan keselamatan dan Kobar segera terbebas dari bencana asap.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!