website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Danlanud Iskandar: Pejuang Karhutla Berjibaku Saat Kita Terlelap, Keselamatan Harus Jadi Perhatian

PANGKALAN BUN — Saat sebagian masyarakat terlelap, para pejuang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru masih berjibaku melawan kobaran api. Mereka berada di garis depan, menghadapi panas dan pekatnya asap demi mencegah api meluas.

Perjuangan itu bukan tanpa risiko. Sejumlah petugas dan relawan mengalami sesak napas hingga kelelahan ekstrem akibat beratnya kondisi di lapangan. Bahkan, kabar meninggalnya salah seorang pejuang karhutla menjadi pengingat bahwa keselamatan personel tidak boleh diabaikan.

Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan para petugas tersebut merupakan pejuang yang bekerja ketika sebagian masyarakat sedang beristirahat.

“Mereka pejuang karhutla. Di saat kita tertidur lelap, para pejuang ini justru berjibaku,” kata Nugroho, Jumat (11/9).

Pasang Iklan

Menurutnya, perhatian terhadap petugas tidak cukup hanya pada kebutuhan operasi pemadaman. Kesehatan fisik dan mental serta perlindungan dari paparan asap juga harus menjadi bagian penting dalam setiap penugasan karhutla.

Untuk mengurangi paparan asap dan debu kebakaran, tim Karhutla Lanud Iskandar dibekali masker respirator oleh Komandan Lanud Iskandar. Perlengkapan tersebut juga dilengkapi kacamata safety untuk membantu melindungi mata dari debu, abu, partikulat dan iritasi akibat asap selama bertugas.

Respirator seperti N95, KN95, P2 atau yang setara memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikulat asap dibandingkan masker medis. Namun, respirator partikulat bukan “masker anti-asap” karena tidak otomatis melindungi dari gas beracun seperti karbon monoksida (CO) maupun seluruh gas dan uap hasil pembakaran.

Karena itu, petugas yang berada di area dengan asap sangat pekat atau dekat sumber api tetap membutuhkan perlindungan sesuai tingkat risiko. Penggunaan alat pelindung harus disertai penilaian bahaya di lapangan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas.

Selain alat pelindung diri, waktu kerja dan istirahat juga perlu diatur. Paparan panas, asap, aktivitas fisik berat dan penggunaan respirator dapat meningkatkan beban tubuh sehingga petugas perlu mendapatkan jeda istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan berlebihan dan stres panas.

Nugroho menegaskan keselamatan dan kesehatan para pejuang karhutla harus terus dijaga. Menurutnya, meninggalnya salah seorang pejuang menjadi pengingat bahwa mereka yang berada di garis depan juga mempertaruhkan kesehatan bahkan nyawa dalam menjalankan tugas.

Pasang Iklan

“Sudah ada yang meninggal, namun ini menjadi perhatian pada asap yang setiap hari mereka hirup,” ujarnya. Saat masyarakat dapat beristirahat dengan tenang, para pejuang karhutla tetap berada di garis depan. Karena itu, memastikan mereka terlindungi dan dapat kembali dengan selamat merupakan bagian penting dari perjuangan melawan karhutla.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!