INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA — Advokasi dan Koordinasi Program Kerja Kelompok Kerja Operasional Pustu dan Posyandu dalam Transformasi Layanan Primer di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2025 resmi digelar di aula Swissbel Hotel Danum Palangka Raya, Kamis 17 Juli 2025.
Agenda ni dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dan diikuti oleh seluruh tim Pustu dan Posyandu dari Kabupaten Pulang Pisau.
Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalteng periode 2025–2030, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan pentingnya sosialisasi enam jenis Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan agar dapat diterapkan secara optimal di setiap Pustu dan Posyandu. Ia berharap seluruh kabupaten dan kota di Kalteng dapat menyelenggarakan kegiatan serupa secara bertahap.
“Enam jenis layanan enam SPM bidang kesehatan itu yang disosialisasikan saat ini diharapkan bisa diterapkan di masing-masing Pustu dan Posyandu di Kabupaten Pulang Pisau,” ujar Aisyah.
“Diharapkan kegiatan sosialisasi enam SPM ini juga nanti seluruh kabupaten/kota akan melaksanakan. Diharapkan juga dalam waktu selesai kegiatan ini, sudah terbentuk ketua TP Posyandu di kabupaten/kota masing-masing,” sambungnya.
Adapun enam jenis layanan SPM bidang kesehatan yang dimaksud meliputi:
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
4. Pelayanan Kesehatan Balita
5. Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar (SD dan SMP)
6. Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif (15–59 tahun)
Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Permenkes No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan SPM di Bidang Kesehatan. Regulasi tersebut menetapkan bahwa pemerintah daerah wajib menyediakan enam jenis pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkuat peran Posyandu dan Pustu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di tingkat desa dan kelurahan, serta meningkatkan cakupan pelayanan SPM secara merata. Transformasi layanan primer melalui penguatan kelembagaan, SDM, dan sistem layanan di Posyandu serta Pustu diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Kalteng.
Penulis: Redha
Editor: Andrian