INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara ramah tamah Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Senin, 29 Juni 2026.
Agustiar menyebut, tahun 2026 diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kalteng.
Karena itu, Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kalteng telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026. Seluruh pemerintah daerah diminta memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sejak dini.
“Kewaspadaan, mitigasi, dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu terus diperkuat,” tegas Agustiar.
Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara. Ia berharap daerah tersebut terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kalteng.
Baginya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam. Kerukunan, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong pembangunan.
“Melalui silaturahmi dan ramah tamah ini akan tumbuh rasa kebersamaan, semangat, guyub rukun, dan persaudaraan yang semakin kokoh. Kekuatan terbesar daerah bukan terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada kerukunan, keharmonisan, dan persatuan seluruh masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Tema Hari Jadi ke-76, “Mewujudkan Masyarakat Barito Utara Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan”, disebutnya sebagai komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan.
Acara ramah tamah menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemprov Kalteng, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Editor: Andrian