INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) telah mencapai 85 kejadian dengan total luas area terbakar 98,68 hektare. Hingga 21 Oktober 2026, pemerintah juga mencatat 2.467 titik panas di berbagai wilayah provinsi tersebut.
Data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng menunjukkan, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 32 kejadian dengan luas terbakar 24,50 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Seruyan mencatat tujuh kejadian dengan luas terbakar 26,58 hektare. Adapun Kota Palangka Raya mengalami delapan kejadian dengan luas area terbakar 15,95 hektare.
Data tersebut merupakan rekapitulasi infografis harian BPB-PK Kalteng hingga Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Pemerintah provinsi terus memperkuat penanganan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak kabut asap.
Sebanyak 16.387 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait disiagakan di sejumlah wilayah rawan. Upaya pemadaman juga didukung tujuh helikopter pemadam serta satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan patroli.
Selain penanganan di lapangan, aparat penegak hukum telah memproses 53 kasus dugaan pelanggaran terkait karhutla. Langkah hukum tersebut menjadi bagian dari upaya menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah.
Dampak karhutla juga dirasakan pada sektor kesehatan. Hingga minggu ketiga Oktober 2026, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) mencatat 7.044 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 1.163 kasus diare.
Di sektor pendidikan, sebanyak 223 sekolah di kabupaten/kota terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga keselamatan siswa di tengah kondisi kabut asap.
Pemerintah provinsi juga menyiagakan 169 lokasi rumah oksigen untuk membantu warga yang membutuhkan dukungan pernapasan akibat paparan asap. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi dampak kesehatan selama karhutla berlangsung.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, meminta masyarakat ikut mencegah kebakaran dengan menjaga lahan masing-masing. Menurutnya, pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga.
“Masyarakat diminta lebih aktif dalam menjaga lahannya agar tidak terjadi karhutla. Peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lahannya sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla demi mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap,” tegas Ahmad.
BPB-PK Kalteng menyatakan jika koordinasi pemadaman melalui jalur darat dan udara akan terus diperkuat hingga kondisi wilayah dinilai aman. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran api sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Editor: Andrian