INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menyalurkan bantuan kepada jemaat dan pelayan gereja yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam kegiatan itu, Agustiar juga berdialog langsung dengan pendeta, pastor, penjaga gereja atau koster, serta guru Sekolah Hari Minggu (SHM).
Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linar Victoria Aden, Kegiatan berlangsung di halaman Gereja GPIB Ebenhaezer, Jalan Baban, Palangka Raya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, masker, dan vitamin. Pemerintah juga menyediakan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dan telur rebus.
Agustiar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak karhutla mendapat perhatian. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga perlu mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Agustiar mendengarkan aspirasi para pelayan gereja dari berbagai denominasi. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan jemaat kepada pemerintah daerah.
Sementara itu, Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama jemaat yang hadir.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk masyarakat, terutama jemaat yang hadir saat ini,” kata Linae.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kalimantan Tengah (PGIW Kalteng), Pdt. Ayang Setiawan dan Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kalteng.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan sekaligus membuka ruang dialog dengan para pelayan gereja. Aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan perhatian pemerintah dalam menangani dampak karhutla di masyarakat.
Editor: Andrian