INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Warga di sejumlah wilayah terdampak kini menghadapi situasi yang tidak mudah. Belum selesai berhadapan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mereka harus menghadapi persoalan lain berupa kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Barat terus bergerak membantu masyarakat. Hingga Kamis (27/8/2026), penyaluran air bersih telah memasuki hari ke-12 dan masih dilakukan ke wilayah yang membutuhkan.
Untuk distribusi kali ini, PMI memfokuskan bantuan ke kawasan Tatas dan Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. Warga di dua kawasan tersebut mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua PMI Kobar dr H Erry Eryansyah mengatakan kondisi yang dirasakan warga cukup memprihatinkan. Keterbatasan air bahkan membuat ada warga yang harus menahan kebutuhan mandi hingga dua hari.
“Sudah hari ke-12 kami menyalurkan air bersih. Saat ini kami meng-cover dua daerah tersebut karena warga di sana mengeluhkan kekeringan dan kekurangan air,” ujar Erry, Kamis (27/8/2026).
Menurut Erry, air yang disalurkan tidak hanya digunakan untuk mandi. Warga juga dapat memanfaatkannya untuk memasak serta memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Air bukan hanya untuk mandi, warga juga bisa memanfaatkannya untuk memasak. Dampak kekeringan sangat terasa oleh warga,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi semakin berat karena terjadi bersamaan dengan dampak Karhutla. Kabut asap yang pekat membuat ruang gerak masyarakat terbatas, sementara kebutuhan air bersih justru semakin meningkat.
Fenomena El Nino dan kondisi cuaca yang kering turut menjadi perhatian. Periode tanpa hujan yang berlangsung lebih panjang dapat membuat sumber air semakin terbatas dan meningkatkan kebutuhan pasokan air bagi masyarakat.
PMI Kobar memastikan penyaluran bantuan akan terus dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan. Wilayah yang mengalami kesulitan air akan menjadi prioritas agar bantuan dapat diterima warga yang paling membutuhkan.
Di tengah kepungan asap dan kekeringan, pasokan air bersih menjadi sangat berarti bagi warga. PMI berharap distribusi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar hingga kondisi kembali membaik.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian