INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Alarm kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyala. Pantauan BMKG pada Kamis (27/8/2026) pagi menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pangkalan Bun menembus 267,2 µg/m³ dan masuk kategori Berbahaya.
Data tersebut tercatat pada pukul 08.00 WIB. Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikulat halus di udara dapat terhirup dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena terjadi lonjakan dalam waktu singkat. Pada pukul 07.14 WIB, konsentrasi PM2.5 masih tercatat 58,3 µg/m³ dengan kategori Tidak Sehat.
Hanya dalam waktu sekitar satu jam, konsentrasi PM2.5 melonjak lebih dari empat kali lipat hingga mencapai 267,2 µg/m³. Perubahan tajam ini menjadi sinyal agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi udara pagi ini.
Berdasarkan grafik riwayat pemantauan PM2.5 pada 27 Agustus 2026, kondisi udara dipantau berdasarkan beberapa tingkatan, mulai dari Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya.
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Iskandar Kelas III Kotawaringin Barat, Atira Indiani Pangastuti, S.Tr.Met, mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara tersebut.
“Kami mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan tubuh,” ujar Atira, Kamis (27/8/2026).
Masyarakat yang harus keluar rumah diminta menggunakan masker. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak selama kualitas udara berada pada kategori Berbahaya.
BMKG meminta masyarakat aktif memantau perkembangan indeks kualitas udara Kobar dan sekitarnya melalui informasi resmi. Mengingat konsentrasi PM2.5 dapat berubah dengan cepat, pembaruan informasi menjadi penting sebelum warga melakukan aktivitas di luar rumah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak lengah, dengan mengutamakan kesehatan dan mengikuti perkembangan kualitas udara dari BMKG.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian