website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Dampingi Gubernur Tinjau Karhutla, Danlanud Iskandar Siap Jibaku Lawan Api: Ini Jiwa Prajurit!

Danlanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto saat mendampingi Gubernur Kalteng meninjau penanganan karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Api yang membakar lahan di tengah cuaca kering membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menjadi perhatian. Di tengah kepungan api, prajurit TNI menunjukkan kesiapan untuk turun langsung berjibaku memadamkan kebakaran.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, M.Han, turut mendampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat meninjau lokasi karhutla di kawasan Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan.

Kehadiran Danlanud Iskandar dalam peninjauan tersebut menjadi bagian dari sinergi jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan unsur terkait dalam menghadapi ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar.

Nugroho menegaskan prajurit TNI tidak akan tinggal diam ketika masyarakat menghadapi ancaman bencana. Dalam kondisi apa pun, personel siap dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

Pasang Iklan

“Kalau sudah tugas, kami siap berjibaku memadamkan karhutla. Ini jiwa prajurit,” tegas Nugroho.

Menurutnya, medan karhutla bukan persoalan ringan. Kondisi lahan yang kering, asap tebal hingga perubahan arah angin dapat membuat api dengan cepat menjalar. Karena itu, setiap personel harus memiliki kesiapan fisik, mental dan kewaspadaan tinggi.

Ia menekankan penanganan karhutla membutuhkan kekuatan bersama. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah serta masyarakat harus bergerak dalam satu irama agar api tidak semakin meluas.

“Api ini tidak bisa dilawan sendiri. Semua harus bergerak bersama, saling mendukung dan saling menguatkan,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Nugroho mengatakan jajaran TNI AU siap memberikan dukungan sesuai kemampuan dan tugas yang dimiliki. Prinsipnya, setiap sumber daya yang tersedia akan dimaksimalkan untuk membantu penanganan karhutla.

Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan memadamkan api tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menghindari munculnya titik api baru.

Pasang Iklan

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun api, menurutnya, dapat menjadi ancaman ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Di sisi lain, Nugroho memastikan keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam setiap operasi. Prajurit harus memahami medan dan kondisi di lapangan sebelum mengambil tindakan agar penanganan berjalan efektif dan aman.

Bagi Nugroho, turun ke lapangan menghadapi karhutla bukan sekadar menjalankan tugas. Ada tanggung jawab sebagai prajurit untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Ini jiwa prajurit. Ketika negara dan masyarakat membutuhkan, kami siap turun. Selama masih bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk membantu memadamkan api,” pungkasnya.

Penulis: Yusro

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!