INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sepak bola mini di Indonesia kini memasuki era baru dengan dideklarasikannya Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI), sebagai organisasi yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional, inklusif, dan berkelanjutan. Deklarasi yang digelar di Jakarta Timur ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga sepak bola mini tanah air.
Ketua Umum KSMI Pusat, Yan Mulia Abidin, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan sepak bola mini. “Insyaallah ke depan, dengan dukungan dari berbagai pihak, sepak bola mini Indonesia akan tumbuh lebih pesat dan menjangkau lebih banyak kalangan,” ungkapnya belum lama ini.
Kalimantan Tengah tak ingin ketinggalan dalam momentum ini. Ketua KSMI Provinsi Kalimantan Tengah, Sapriansyah, Selasa (8/7), menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga ini di tingkat lokal, maupun Nasional. Ia menyebut bahwa target utama adalah membangun sistem pembinaan yang terstruktur, menghadirkan kompetisi yang konsisten, serta mencetak talenta-talenta muda dari daerah, yang ada di Kalimantan Tengah.
Senada dengan hal itu, Ketua KSMI Kotawaringin Barat, Dr. Fachruddin, menegaskan bahwa pihaknya siap menggelar berbagai event kompetitif seperti turnamen lokal dan non-lokal serta melakukan pembinaan sejak usia dini. “Kami akan menyasar pembinaan usia 8 hingga 18 tahun. Ada liga pelajar, turnamen antar sekolah, dan kompetisi berbasis lembaga yang siap kami selenggarakan,” jelasnya.
Dukungan penuh datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotawaringin Barat, Hj. Fatmawati. Ia menyatakan kegembiraannya atas hadirnya KSMI di wilayahnya. “Kami sangat berharap KSMI mampu menyusun program pembinaan yang jelas, ditambah kompetisi yang berkualitas, sehingga bisa melahirkan atlet-atlet muda yang akan mengharumkan nama Kotawaringin Barat hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Secara nasional, KSMI memiliki ambisi untuk menjadi anggota resmi KONI Pusat. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, memberikan arahan agar KSMI memperkuat struktur organisasinya hingga ke tingkat kabupaten/kota. “Hampir semua provinsi memiliki komunitas sepak bola mini yang besar. Tinggal bagaimana KSMI menyatukan kekuatan ini dalam satu organisasi yang solid dan terstruktur,” kata Marciano.
Dengan semangat dan strategi yang jelas, Kalimantan Tengah, melalui dukungan penuh dari Kobar dan kabupaten lainnya, berpotensi besar menjadi salah satu barometer perkembangan sepak bola mini nasional. Harapannya, dengan gerakan masif dari tingkat daerah, sepak bola mini Indonesia bisa tampil bersinar di kancah nasional bahkan internasional.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian