website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kalteng Siagakan 10.000 Personel Hadapi Ancaman Karhutla 2025

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining saat diwawancarai awak media. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2025. Melalui Dinas Kehutanan, pemerintah menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan wilayah yang kerap dilanda kebakaran setiap tahun.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan sekitar 10.000 personel dari unsur kehutanan telah disiagakan. Mereka tersebar di berbagai wilayah dan dipersiapkan menghadapi kemungkinan meningkatnya titik api pada periode rawan kemarau.

“Semua tim pengendalian karhutla di 18 KPH sudah aktif. Sekitar 10.000 personel unsur kehutanan siaga untuk turun ke lapangan kapan saja dibutuhkan,” ujar Agustan saat ditemui, Jumat (1/8/2025).

Menurut dia, selain tim internal kehutanan, pasukan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) juga telah dikerahkan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan respons cepat ketika muncul potensi kebakaran di lapangan.

Pasang Iklan

“Itu belum termasuk personel dari BPBD, TNI-Polri, tim Serbu Api, maupun dari Kementerian Kehutanan. Mereka juga siap jika kondisi mengharuskan penanganan lebih besar,” katanya.

Agustan menjelaskan bahwa tiga daerah masih menjadi wilayah dengan risiko karhutla tertinggi. Ketiganya adalah Kabupaten Katingan, Kapuas, dan Pulang Pisau yang setiap tahun masuk zona merah kebakaran.

Meski demikian, pemantauan terbaru menunjukkan kemunculan titik api juga terjadi di sebagian wilayah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Namun, sebagian besar titik api itu tidak berkembang menjadi kebakaran besar. “Setelah dicek, sebagian besar tidak menjalar. Hanya satu-dua titik yang betul-betul terbakar,” ujarnya.

Walaupun periode Juli hingga September diketahui sebagai fase paling rawan karhutla, Pemprov Kalteng belum menetapkan status siaga. Agustan menilai kondisi lapangan masih dapat dikendalikan berdasarkan hasil pemantauan harian.

“Kami mendampingi Bapak Gubernur dalam rapat dengan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB. Dari hasil rapat, disampaikan bahwa Kalimantan saat ini memasuki fase rawan. Namun, kondisi di Kalteng relatif terkendali,” tutur Agustan.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan tetap diperkuat, terutama melalui pengawasan titik api, patroli darat, hingga pemadaman dini sebelum api meluas. Strategi mitigasi ini juga didukung teknologi pemantauan berbasis citra satelit.

Pasang Iklan

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus menjaga sinergi dengan instansi vertikal dan para relawan masyarakat. Kolaborasi dianggap penting karena karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat.

Dengan kesiapsiagaan yang diperkuat lebih awal, Pemprov Kalteng berharap musim kemarau 2025 dapat dihadapi tanpa kejadian kebakaran besar, serta risiko kabut asap dapat ditekan semaksimal mungkin.

Penulis : Suhairi

Editor Maulana Kawit

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran