website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Jalur Biru di Palangka Raya untuk Pesepeda hingga Difabel, Tak Boleh Dipakai Parkir

Jalur khusus berbagi ruang di Jl. Imam Bonjol, Kota Palangka Raya yang disiapkan untuk pesepeda, pejalan kaki, pelari hingga difabel. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng menjelaskan pengecatan jalur berwarna biru di sejumlah ruas jalan Kota Palangka Raya dibuat sebagai ruang bersama bagi masyarakat, termasuk pesepeda, pelari, pejalan kaki hingga penyandang disabilitas.

Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom mengatakan, jalur tersebut diterapkan di beberapa ruas jalan seperti Jalan M.H. Thamrin, Jalan Willem A. Samad, Jalan RTA Milono, Jalan Imam Bonjol hingga kawasan Bundaran Besar Palangka Raya.

“Jadi, bagi ruas jalan yang memungkinkan untuk berbagi ruang bagi adaptasi terhadap semua orang, termasuk yang punya mobil, yang jalan kaki, yang kegiatan-kegiatan sosial lainnya termasuk bersepeda, dan malah yang difabel itu juga dimungkinkan lewat sana,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Konsep itu dibuat agar fasilitas publik bisa dimanfaatkan bersama oleh seluruh masyarakat.

Pasang Iklan

“Sehingga kita hanya berbagi ruang bagi semua orang yang memanfaatkan fasilitas publik kota,” katanya.

Ia juga menegaskan kendaraan tidak diperbolehkan parkir di area jalur tersebut. Menurutnya, jalur biru bukan disiapkan sebagai tempat parkir kendaraan.

“Kan tidak ada parkir di jalan,” ucapnya.

Saat kembali ditanya soal parkir di pinggir jalan, Juni menegaskan aturan larangan parkir tetap berlaku.

“Memang enggak ada, enggak boleh parkir di jalan, enggak boleh,” tegasnya.

Mantan Kepala Bappedalitbang Kotawaringin Barat itu menyebut, pengerjaan jalur biru saat ini masih dalam tahap penyelesaian sehingga masyarakat belum melihat tanda atau simbol khusus di lokasi.

Pasang Iklan

“Karena kan belum selesai. Belum ada gambar sepeda, belum ada gambar orang lari, belum ada gambar difabel, kan masih proses,” jelasnya.

Nantinya, jalur tersebut akan dilengkapi simbol sepeda, jogging dan difabel agar fungsi jalur lebih mudah dipahami masyarakat.

“Jadi itu nanti akan kita buat gambar sepeda, terus yang lari (jogging), kemudian juga bahkan gambar difabel. Jadi artinya itu untuk jalan untuk semua,” sebutnya.

Terkait warna cat yang mulai terlihat pudar di beberapa titik, Juni mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan karena pengerjaan tersebut masih tahap percobaan.

“Ya, nanti kita perbaiki lagi ya. Ini baru percobaan,” tuturnya.

Ia menambahkan anggaran pengecatan berasal dari pemeliharaan jalan rutin di masing-masing ruas jalan.

“Itu dari pemeliharaan jalan saja. Pemeliharaan jalan itu misalnya dalam kota, kan ada masing-masing ruas jalan. Itu koordinasi dengan UPT-UPT jalan, ada yang Rp200 juta, ada yang Rp100 juta. Jadi per masing-masing ruas jalan,” tutupnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran