website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Huma Betang Night Diselimuti Duka, Gubernur Ajak Warga Doakan Korban Tragedi Katingan

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menyampaikan sambutan dan mengajak masyarakat untuk mendoakan personel Polresta Katingan yang menjadi korban dalam operasi penggerebekan bandar narkoba pada acara Huma Betang Night di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu, 4 Juli 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA -Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengajak masyarakat mendoakan personel Polri yang gugur dan masih dalam pencarian usai insiden penggerebekan terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Ajakan itu disampaikan Agustiar saat menghadiri kegiatan Car Free Night yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Palangka Raya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Agustiar menyampaikan duka cita atas gugurnya Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra yang meninggal saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkoba.

“Kami menyampaikan duka atas gugurnya Anumerta Yudhie Perdana Putra saat menjalankan tugas negara untuk memberantas peredaran narkoba di Katingan,” ujarnya.

Pasang Iklan

Ia juga menyampaikan perkembangan pencarian terhadap dua personel yang sebelumnya dilaporkan hilang.

“Ada dua orang yang hilang, satu sudah ditemukan, satu lagi belum. Kita doakan semoga personel yang masih hilang bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.

Agustiar kemudian mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi para korban. Menurutnya, yang terpenting dalam berdoa bukan panjang pendeknya doa, melainkan ketulusan hati.

Selain menyampaikan belasungkawa, Gubernur kembali menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di Kalteng.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif melawan penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda.

“Kita harus stop narkoba, basmi narkoba, karena merusak generasi masa depan,” tegasnya.

Pasang Iklan

Seperti diketahui, operasi penindakan terhadap dua terduga bandar sabu berinisial BIO dan BU di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis, 2 Juli 2026 berujung bentrokan.

Dalam insiden itu, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra gugur saat bertugas, sementara seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia setelah mendapat tindakan tegas dari petugas karena diduga melakukan penyerangan.

Dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan sempat dinyatakan hilang. Bripda Nopandri Ramadhana kemudian ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026, sedangkan Aiptu Sumariyanto hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.

Editor: Andrian 

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!