INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran angkat bicara terkait sejumlah keluhan masyarakat mengenai kemacetan dan persoalan kebersihan selama gelaran Car Free Night (CFN) di Bundaran Besar Palangka Raya. Ia menilai kemacetan yang muncul bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga mencerminkan meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang publik.
Menurut Agustiar, padatnya arus kendaraan di sejumlah titik justru menjadi indikator bahwa kota sedang bergerak dan menjadi magnet bagi masyarakat. Ia menilai kondisi itu wajar terjadi di sebuah kawasan yang tengah berkembang dan menjadi pusat keramaian.
“Kalau mau longgar, ya di hutan. Di Kalimantan ini, kalau ada yang bilang macet, itu bohong. Jalan alternatif banyak. Macet itu tanda daerah hidup,” ujar gubernur dalam keterangannya belum lama ini.
Meski demikian, Gubernur Agustiar tidak menutup mata terhadap sejumlah persoalan yang muncul di lapangan. Ia mengakui masih ada aspek penting yang harus dibenahi agar pelaksanaan CFN semakin tertib dan nyaman bagi pengunjung.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah soal kebersihan lingkungan. Agustiar menilai masih ada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum disiplin menjaga kebersihan area berjualan.
“Setiap ada acara, saya selalu instruksikan soal sampah. Karena kebersihan adalah kunci utama dalam pengembangan pariwisata, di samping infrastruktur,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah ke depan akan menjadi fokus pembenahan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan publik tidak hanya diukur dari tingkat keramaian, tetapi juga dari kepatuhan menjaga ketertiban dan kebersihan.
Gubernur juga menekankan pentingnya kesadaran bersama antara pemerintah, pelaku UMKM, dan pengunjung agar CFN dapat berlangsung berkelanjutan tanpa menimbulkan masalah lingkungan. Tanpa itu, kegiatan hiburan rakyat yang semestinya membawa manfaat justru dapat menimbulkan dampak negatif.
Car Free Night sendiri digelar rutin setiap malam Minggu di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi ruang publik yang terbuka bagi warga untuk menikmati hiburan, kreativitas komunitas, hingga pertunjukan seni lokal.
Selain memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, CFN dirancang untuk menghidupkan kawasan pusat kota pada malam hari serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dengan dukungan kolektif seluruh pihak.
Dengan pembenahan berkelanjutan, CFN diharapkan tidak hanya menjadi pusat keramaian, tetapi juga ruang publik yang tertib, ramah lingkungan, dan representatif sebagai wajah ibu kota provinsi.
Penulis : Suhairi
Editor Maulana Kawit