INTIMNEWS.COM, TAMIANG LAYANG – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin upacara Hari Jadi ke-23 Kabupaten Barito Timur di Halaman Kantor Bupati Barito Timur, Selasa (5/8/2025). Upacara ini menjadi momentum daerah untuk meneguhkan kembali komitmen pembangunan yang berlandaskan persatuan.
Dalam sambutannya, Gubernur menilai Barito Timur telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak berdiri pada 2002. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Agustiar menyampaikan apresiasi kepada para bupati dan wakil bupati yang pernah memimpin Barito Timur, lengkap dengan dukungan DPRD, Forkopimda, ASN, akademisi, pelaku usaha, insan pers, hingga tokoh masyarakat. Seluruh elemen itu, katanya, telah berperan dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi ruang refleksi dan tekad bersama untuk menjaga nilai-nilai Lewu Hante atau Huma Betang sebagai perekat persatuan masyarakat Barito Timur.
Konsep Lewu Hante, ujar Gubernur, menjadi penyangga utama dalam membangun daerah yang majemuk dan dinamis. Dengan semangat itu, masyarakat diharapkan tetap harmonis dan saling mendukung dalam menempuh agenda pembangunan jangka panjang.
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Barito Timur untuk mendukung visi-misi pemerintah daerah, serta visi-misi pemerintah provinsi yang menekankan penguatan harkat dan martabat masyarakat Dayak dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi tengah berupaya meneguhkan posisi Kalimantan Tengah sebagai daerah yang inklusif, maju, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Upaya ini, menurut Agustiar, hanya dapat dicapai jika seluruh pemangku kepentingan berjalan dalam satu langkah yang solid.
Dalam momentum hari jadi ini, Gubernur kembali mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya.
Upacara turut dihadiri bupati dan wakil bupati se-Kalteng, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta insan pers. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi simbol solidaritas Kalimantan Tengah dalam upaya bersama membangun daerah.
Dengan penuh harapan, Gubernur menutup sambutannya dengan pesan agar masyarakat Barito Timur terus menjaga kekompakan, memelihara nilai budaya, dan menjaga identitas daerah sebagai modal utama menghadapi masa depan.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit