INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) kembali memperkuat program pengembangan sumber daya manusia melalui GMKI Awardee 2026.
Program beasiswa tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu pembiayaan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses kaderisasi GMKI dalam meningkatkan kapasitas akademik, profesional, serta semangat pengabdian kader.
Pada 2026, GMKI menyalurkan beasiswa senilai Rp6,21 miliar kepada 314 penerima. Mereka terdiri atas 296 mahasiswa program magister dan 18 mahasiswa program doktoral.
Beasiswa tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan Universitas Kristen Maranatha.
Para penerima berasal dari 23 provinsi di Indonesia. Sebarannya mencakup kader dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Tanah Papua hingga Sulawesi.
Dari total penerima, sebanyak 76 persen berusia di bawah 35 tahun. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa program GMKI Award banyak menjangkau kader muda yang tengah meningkatkan kualifikasi akademiknya.
PP GMKI menyebut GMKI Awardee dirancang sebagai bagian dari investasi kaderisasi. Pendidikan dipandang bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik, melainkan sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan kader mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
Program GMKI Awardee juga menunjukkan keberlanjutan sejak mulai dijalankan pada 2025.
Dalam periode 2025-2026, total beasiswa yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp12,51 miliar. Penerimanya terdiri atas empat orang pada program sarjana, 536 orang program magister, 18 orang program doktoral, serta 400 orang dalam program berbasis profesi.
PP GMKI mencatat jumlah calon penerima pada pelaksanaan 2026 meningkat hampir 50 persen dibandingkan tahap pertama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya minat kader terhadap akses pendidikan yang ditawarkan melalui program tersebut.
GMKI menempatkan keberlanjutan dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam pengembangan program. Kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi kader yang berada di berbagai daerah.
PP GMKI juga mendorong para penerima GMKI Awardee untuk menjadikan beasiswa tersebut sebagai langkah awal dalam membangun kapasitas, bukan sebagai tujuan akhir.
Sekretaris Umum PP GMKI, Jessica mengatakan kesempatan yang diperoleh melalui GMKI Award diharapkan dapat membuka jalan bagi kader untuk mengejar kesempatan pendidikan lainnya, termasuk beasiswa lanjutan maupun peluang pendidikan internasional.
“Kami berharap GMKI Award menjadi pintu pertama, bukan pintu terakhir. Ketika seorang kader mendapatkan kesempatan melalui GMKI Award, kami ingin dia kemudian berani mencari kesempatan lain. Melanjutkan pendidikan, mengejar beasiswa berikutnya, membangun jejaring, bahkan sampai mendapatkan peluang pendidikan di tingkat internasional,” jelasnya.
Menurut dia, kader GMKI perlu membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Setiap pencapaian diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan mengambil kesempatan berikutnya.
“Kami ingin kader GMKI memiliki mindset untuk terus bertumbuh. Ketika hari ini mendapatkan satu kesempatan, jangan berhenti. Jadikan itu sebagai modal untuk mengejar kesempatan berikutnya. Karena dunia terus berubah dan tantangan ke depan juga semakin besar,” ucap Jessica.
Pengembangan kapasitas akademik dalam GMKI tetap diarahkan pada nilai organisasi, yakni Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian.
Bagi PP GMKI, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh para kader diharapkan dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
“Kami selalu kembali pada nilai Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian. Tinggi Ilmu bukan hanya tentang memperoleh gelar atau menjadi pintar, tetapi bagaimana ilmu itu kemudian digunakan untuk memberikan manfaat. Kami ingin kader GMKI memiliki kapasitas yang kuat, tetapi pada saat yang sama memiliki hati dan kesadaran untuk mengabdi,” papar Jessica.
Jessica berharap para penerima GMKI Award nantinya mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk memberikan dampak di lingkungan masing-masing.
“Harapan terbesar saya adalah ketika kader menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak lupa dari mana mereka berasal dan untuk apa ilmu itu diperoleh. Kami ingin melihat kader yang bertumbuh dalam iman, kuat dalam ilmu, dan hadir dalam pengabdian. Itulah semangat yang ingin kami bangun melalui GMKI Award,” katanya.
Melalui GMKI Award, PP GMKI menyatakan akan terus memperluas akses pendidikan bagi kader di berbagai daerah, memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi, serta mendorong lahirnya kader yang memiliki kapasitas akademik dan profesional sekaligus memiliki orientasi pengabdian.
Program tersebut pada akhirnya diarahkan bukan hanya untuk membuka kesempatan belajar, tetapi juga membentuk kader yang terus bertumbuh, mampu memanfaatkan peluang pendidikan, dan mengembalikan ilmu yang diperoleh melalui pengabdian kepada masyarakat. (**)
Editor: Andrian