INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah (Kalteng) meningkatkan patroli udara dan darat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat memasuki puncak musim kemarau.
Sebanyak empat unit helikopter pengebom air (water bombing) dikerahkan untuk melakukan patroli udara di sejumlah wilayah rawan kebakaran. Selain itu, 238 personel gabungan dari BPB-PK, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten dan kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi terkait diterjunkan dalam patroli darat.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, patroli terpadu dilakukan setiap hari sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah kebakaran meluas.
“Patroli terpadu kami lakukan setiap hari untuk memantau wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran,” ujar Toyib, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia mengatakan, setiap hotspot maupun indikasi munculnya titik api akan segera dicek oleh petugas di lapangan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
“Begitu ditemukan hotspot atau indikasi titik api, tim di lapangan langsung melakukan pengecekan dan penanganan agar api tidak meluas,” katanya.
Toyib menilai, kecepatan menemukan titik api menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. Semakin cepat api ditangani, semakin kecil peluang kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pencegahan karhutla. Apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti. Pencegahan tetap menjadi langkah yang paling efektif dalam menghadapi musim kemarau,” tegas Toyib.
Editor: Andrian