INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kekeringan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai memukul sektor pertanian. Sejumlah petani tanaman pangan dan hortikultura mengeluhkan minimnya air, dengan petani jagung menjadi salah satu yang paling merasakan dampaknya.
Ketua KTNA Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus ketua KTNA Kalteng, Syahrian, mengapa kamu kekurangan air membuat tanaman jagung gagal berkembang hingga berujung pada gagal panen. Padahal, jagung termasuk tanaman yang cukup sensitif terhadap kondisi kekeringan.
“Petani hortikultura dan tanaman pangan sudah banyak yang mengeluh akibat kekeringan. Yang sudah banyak mengalami kerugian adalah petani jagung karena banyak yang gagal panen,” ujar Syahrian, Kamis (13/8/2026).
Syahrian menyebut dampak yang ditemukan sementara mencapai 10 hektar di wilayah kasir. Namun, luas lahan terdampak diperkirakan jauh lebih besar Karena masih banyak lahan yang belum terdata. Jika seluruhnya dihitung, kerugian petani di Kobar berpotensi mencapai ratusan juta rupiah.
“Yang saya temukan sekitar 10 hektar, baru dua tempat. Masih banyak lagi. Bisa diperkirakan ratusan juta rupiah, bisa 20 kali itu kalau se-Kobar. Kalau se-Kalteng tidak bisa dibayangkan,” katanya.
Kerugian semakin berat karena petani telah memuliakan modal sebelum tanaman mengalami gagal panen. Seharian memperkirakan biaya untuk menggarap lahan, menanam dan merawat jagung rata-rata mencapai Rp10 juta per hektar.
Di tengah ancaman kekeringan, Syahrian juga mengingatkan mengingatkan potensi kesadaran hutan serta krisis air bersih. Kepani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, sementara masyarakat di imbau menghemat air dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurut Syahrian, kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem perlu dilakukan bersama untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Selain menjaga lahan pertanian dan sumber air, masyarakat timika segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus ketahanan pangan Kalimantan Tengah di tengah tekanan iklim.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian