website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

El Nino Mengancam, Kobar Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla, Danlanud Turun Padamkan Api

Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Nugroho Tri Widianto saat turun langsung ke lokasi karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 14 hari, terhitung mulai 7 hingga 20 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ancaman karhutla akibat kondisi cuaca yang panas dan kering. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan potensi pengaruh fenomena El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

Status tanggap darurat ditetapkan Bupati Kobar Hj Nurhidayah melalui Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 300.2.3/121/BPBD.IV.2. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mempercepat penanganan karhutla secara terpadu dan terkoordinasi.

Ancaman karhutla saat ini telah terlihat di Kecamatan Kumai. Salah satunya di kawasan Sungai Tendang, tempat kobaran api membakar vegetasi dan lahan, sementara asap tebal membumbung dari lokasi kebakaran.

Pasang Iklan

Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur. Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Nugroho Tri Widianto, bahkan turun langsung ke lokasi dan ikut berjibaku bersama petugas untuk memadamkan api.

Nugroho mengatakan, kebakaran harus segera dilokalisasi agar tidak merembet ke kawasan lain. Kondisi cuaca panas dan lahan yang kering dinilai dapat membuat api lebih cepat menjalar.

“Kita bersama-sama turun melakukan pemadaman. Tapi harus segera dikendalikan agar tidak meluas. Pencegahan juga sangat penting, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering,” ujar Nugroho, Selasa (11/8/2026).

Kapolres Kobar AKBP Joko Handono juga terlibat langsung dalam penanganan bersama personel Polres Kobar. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan karhutla berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Nugroho juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menegaskan, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait akan terus bersinergi menghadapi ancaman karhutla.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan karena kondisi panas dan kering dapat membuat api cepat menjalar,” pungkas Nugroho.

Pasang Iklan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama status tanggap darurat berlangsung.

Kondisi cuaca panas, lahan yang mudah terbakar, serta potensi pengaruh El Nino membuat upaya pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Penulis: Yusro

Editor: Andrian 

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!