website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Eceran Kosong, Botol ‘Vodka Mix Isi BBM’ di Pinggir Jalan Tinggal Pajangan

Botol BBM eceran yang kosong di salah satu warung Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Warga menduga kondisi tersebut dipicu maraknya pelangsir dan penimbunan BBM oleh oknum tertentu.

Situasi itu membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar, baik di SPBU maupun di tingkat pengecer. Sejumlah warung yang biasanya menjual BBM eceran juga mulai mengalami kekosongan stok.

Pantauan di lapangan, deretan botol bekas minuman Vodka Mix yang biasa digunakan untuk menjual BBM eceran tampak berjajar kosong di depan warung-warung kecil.

Di Palangka Raya, botol minuman beralkohol itu memang lazim digunakan penjaja BBM eceran sebagai wadah bensin yang dijual kepada pengendara.

Pasang Iklan

Kini, banyak botol hanya tersusun tanpa isi. Kondisi itu menjadi penanda sulitnya pasokan BBM eceran yang biasa menjadi alternatif masyarakat saat SPBU ramai antrean.

Akibatnya, warga tidak memiliki banyak pilihan selain mengantre langsung di SPBU untuk mendapatkan BBM. Bahkan, sebagian masyarakat sudah datang sejak pagi sebelum SPBU mulai beroperasi.

“Terpaksa antre dari pagi tadi, soalnya sejak kemarin antrean kendaraan panjang. Saya kemarin kehabisan dan tidak dapat BBM karena stok di SPBU habis,” ujar Iyan (28), salah seorang pengendara yang mengantre.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terjadi hampir sepanjang hari di beberapa SPBU Kota Palangka Raya.

Kondisi itu juga berdampak langsung terhadap penjual BBM eceran di warung-warung pinggir jalan.

Ijai (45), pemilik warung eceran, mengaku kesulitan mendapatkan stok BBM untuk dijual kembali kepada warga. Menurutnya, pasokan yang diperoleh jauh berkurang dibanding hari biasa.

Pasang Iklan

“Susah sekarang mas, kalaupun ada itu enggak banyak seperti biasanya, paling lima liter dan cepat habis dibeli,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Yanti (39). Ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir pasokan BBM eceran dari pelangsir tidak lagi rutin datang seperti sebelumnya.

“Biasanya ada pelangsir yang antar, tapi beberapa hari ini enggak ada. Enggak tahu dia masih melangsir atau malah simpan sendiri,” ujarnya.

Masyarakat berharap distribusi BBM di Palangka Raya segera kembali normal agar antrean panjang tidak terus terjadi dan kebutuhan bahan bakar warga dapat terpenuhi dengan lancar.

Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran