website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

BBM Langka, Mahasiswa Ini Ajak Warga Palangka Raya Mulai Rajin Jalan Kaki

Andri, Mahasiswa FEB UPR. (Shr)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian masyarakat. Banyak warga mengaku khawatir kehabisan BBM sehingga memilih ikut mengantre, bahkan sejak pagi hingga malam hari.

Situasi tersebut memunculkan berbagai komentar dari masyarakat. Tidak sedikit yang menilai antrean panjang terjadi karena kepanikan warga yang ikut-ikutan membeli BBM dalam jumlah banyak.

Salah satunya datang dari Andri (20), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR). Ia berusaha setenang mungkin dalam menyikapi kondisi tersebut.

“Harusnya kan kita tidak ikut-ikutan panik beli BBM,” ujarnya.

Pasang Iklan

Meski begitu, Andri justru melihat ada sisi lain dari fenomena antrean BBM tersebut. Mahasiswa semester 4 itu menyebut kondisi ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Palangka Raya masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi, bahkan untuk jarak yang relatif dekat.

“Kadang jarak dekat saja tetap pakai motor atau mobil. Padahal sebenarnya masih bisa jalan kaki atau pakai sepeda,” katanya.

Ia menilai kebiasaan tersebut perlahan membuat budaya berjalan kaki semakin berkurang di perkotaan. Padahal, menurutnya, berjalan kaki bukan hanya lebih sehat, tetapi juga bisa membantu mengurangi kemacetan dan konsumsi BBM.

“Kalau BBM susah sedikit, mungkin masyarakat dan mahasiswa bisa mulai rajin jalan kaki lagi. Selain sehat, trotoar juga jadi lebih dimanfaatkan,” ujarnya.

Andri juga menyoroti minimnya penggunaan transportasi umum di Palangka Raya. Ia berharap kondisi antrean BBM ini bisa menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mulai mengkaji pengembangan sistem transportasi publik yang lebih baik dan terjangkau.

“Siapa tahu ini jadi bahan evaluasi juga buat pemerintah supaya ke depan transportasi umum lebih diperhatikan. Jadi masyarakat tidak terlalu bergantung pada kendaraan pribadi,” tambahnya.

Pasang Iklan

Menurut dia, transportasi umum yang baik tidak hanya membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat mengurangi polusi udara dan kepadatan kendaraan di jalan.

Editor: Suhairi

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran