INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Fraksi Partai Nasdem DPRD Katingan menyoroti ketergantungan pemerintah daerah pada dana transfer dari pusat maupun provinsi. Hal itu dinilai bisa menghambat kemandirian fiskal daerah.
Juru Bicara Fraksi Partai Nasdem, Fahmi Fauzi, S.Hut, mengatakan terlalu bergantung pada transfer pusat membuat daerah kurang bersemangat mengembangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, PAD menjadi kunci utama menuju kemandirian fiskal.
“Jika pemda tergantung dengan dana transfer pusat dan provinsi, maka dapat menghambat kemandirian fiskal daerah,” kata Fahmi dalam rapat paripurna DPRD Katingan, Rabu (13/8).
Ia menilai ketergantungan fiskal juga membuat daerah lebih rentan terhadap dampak krisis ekonomi. Selain itu, perubahan kebijakan anggaran dari pusat bisa langsung berpengaruh ke stabilitas keuangan daerah.
Oleh sebab itu, Fahmi mendorong agar Pemda Katingan berinovasi. Upaya itu penting untuk meningkatkan PAD secara optimal, sehingga mampu menjadi sumber keuangan daerah yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Kalau PAD bisa ditingkatkan, maka kemandirian fiskal daerah juga akan membaik. Daerah bisa lebih fleksibel menjalankan pembangunan tanpa terlalu bergantung pada pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan bahwa dana transfer pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) sejatinya memiliki tujuan mulia. Yakni, untuk mengurangi kesenjangan fiskal antar daerah dan membantu pemerintah daerah menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Namun begitu, ia menilai keberadaan dana transfer tersebut belum banyak memberikan dampak nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat Katingan secara luas.
“Yang terpenting bagaimana pemda bisa menghadirkan inovasi agar manfaat fiskal ini benar-benar sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Nasdem pun berharap pemerintah daerah lebih agresif menggali potensi sektor-sektor unggulan Katingan.
“Mulai dari sektor kehutanan, pertanian, hingga pariwisata, agar mampu menjadi motor penggerak peningkatan PAD dan mewujudkan kemandirian fiskal,” pungkasnya.
Editor : Maulana Kawit