website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

DPRD Kalteng Peringatkan Bahaya Eksploitasi SDA Tanpa Keadilan Sosial

Anggota DPRD Kalteng, Sengkon. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kekayaan sumber daya alam (SDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) ibarat pedang bermata dua, menyimpan potensi ekonomi luar biasa sekaligus menuntut pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan. Di tengah dorongan pembangunan, Anggota DPRD Kalteng, Sengkon, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi.

Menurut Sengkon, pemanfaatan SDA tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan jangka pendek. “Kita harus memastikan bahwa eksploitasi SDA tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi sesaat, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial secara menyeluruh,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).

Ia menegaskan bahwa setiap wilayah di Kalimantan Tengah memiliki keunggulan komoditas masing-masing—mulai dari perkebunan kelapa sawit, sektor pertambangan, hingga kehutanan. Potensi ini besar, namun juga menyimpan risiko jika tidak dikelola secara hati-hati.

“Eksploitasi yang tidak terkontrol berisiko merusak ekosistem, memicu konflik lahan, dan menguras sumber daya yang seharusnya diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Pasang Iklan

Sengkon menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan pendekatan terintegrasi dan partisipatif. Ia mendorong pemerintah daerah untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, akademisi, dan terutama masyarakat lokal, dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pemanfaatan SDA.

“Keterlibatan aktif masyarakat bukan hanya soal prosedur. Ketika warga merasa memiliki peran dalam pengelolaan sumber daya di sekitarnya, akan tumbuh tanggung jawab kolektif untuk menjaganya,” jelas Sengkon.

Ia berharap pendekatan ini dapat memastikan manfaat ekonomi dari pemanfaatan SDA dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mencegah konflik sosial yang kerap muncul akibat kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat adat dan komunitas lokal.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran