INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya melakukan pengawasan langsung terhadap makanan dan minuman yang dijual pada kegiatan Car Free Night.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh jajanan yang dijual di ruang publik aman dikonsumsi masyarakat. Pengawasan dilakukan dengan pengambilan dan pengujian sampel dari berbagai pedagang yang berpartisipasi.
Hasil uji yang dilakukan menunjukkan seluruh sampel makanan dan minuman yang diperiksa dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang rutin menghadiri kegiatan Car Free Night.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disperindag Kalteng, Maskur, menegaskan pentingnya kegiatan pengawasan semacam ini. “Kami ingin memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Kegiatan seperti ini juga menjadi edukasi bagi para pedagang agar selalu menjaga kualitas dan kebersihan makanan yang dijual,” ucapnya, Selasa 5 Agustus 2025.
Maskur menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan konsumen. Pemerintah ingin masyarakat merasa tenang dan nyaman saat membeli makanan di ruang publik, khususnya di lokasi yang ramai pengunjung.
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sampel makanan ringan, minuman, hingga jajanan tradisional yang dijual di Car Free Night. Setiap sampel diuji untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
BPOM Palangka Raya turut mendukung pengawasan ini dengan memberikan standar pemeriksaan dan metode uji yang berlaku. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran pedagang tentang pentingnya menjaga keamanan pangan.
Selain memberikan pengawasan, kegiatan ini juga bersifat edukatif. Pedagang diajak untuk selalu memperhatikan kebersihan tempat dan cara pengolahan makanan agar memenuhi standar keamanan pangan.
“Kami ingin masyarakat merasa aman saat membeli makanan. Pengawasan ini juga mengingatkan pedagang agar tidak mengabaikan kebersihan dan kualitas makanan yang dijual,” jelas Maskur.
Masyarakat yang hadir di Car Free Night diimbau tetap waspada dalam memilih makanan dan minuman. Meski semua sampel aman, kewaspadaan konsumen tetap diperlukan untuk mencegah risiko kesehatan.
“Konsumen juga perlu jeli. Jangan hanya tergiur tampilan atau harga murah, tetapi perhatikan juga kebersihan dan bahan yang digunakan,” ungkap Maskur.
Para pengunjung diharapkan dapat membedakan pedagang yang menjaga kualitas dengan yang kurang memperhatikan keamanan pangan. Dengan demikian, kegiatan publik tetap aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Disperindag Kalteng berencana melakukan pengawasan serupa secara rutin di kegiatan lain yang melibatkan penjualan makanan di ruang publik. Strategi ini dianggap efektif untuk menjaga kepercayaan konsumen.
Kolaborasi antara Disperindag dan BPOM menjadi model pengawasan yang bisa ditiru di kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah. Ke depan, diharapkan setiap kegiatan publik dapat terselenggara dengan aman dan higienis bagi masyarakat.
Editor: Andrian