INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan sebanyak 7.000 personel gabungan untuk memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menegaskan kesiapan tersebut ditandai melalui pelaksanaan apel gelar pasukan sebagai langkah awal memastikan seluruh kekuatan siap diterjunkan ke lapangan.
“Kami telah melaksanakan apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana mitigasi karhutla,” ujarnya, Senin 20 April 2026.
Ia menjelaskan, ribuan personel yang dilibatkan merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Kalteng, hingga Basarnas. Seluruh personel tersebut akan difokuskan pada langkah pencegahan, terutama di wilayah-wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Selain patroli darat secara rutin, pemantauan juga diperkuat melalui jalur udara guna menjangkau titik-titik yang sulit diakses. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat deteksi dini sekaligus respons penanganan di lapangan.
Kapolda menegaskan, setiap titik api yang terdeteksi harus segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.
“Perkuat komunikasi antar personel, sehingga ketika mendapatkan informasi titik api, petugas segera bertindak,” tegasnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga media massa, diharapkan turut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi alam.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyesuaian status kewaspadaan daerah sekaligus mempercepat respons penanganan jika terjadi kebakaran di lapangan.
Editor: Andrian