INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) jenjang PAUD dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun dan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) jenjang PAUD secara daring dari Istana Isen Mulang, Rujab Gubernur Kalteng, Senin, 6 Juli 2026.
Thisia mengatakan, hari pertama sekolah akan menjadi pengalaman yang membekas bagi anak. Karena itu, guru diminta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah bersemangat memasuki sekolah justru dipenuhi rasa takut. MPLS di jenjang PAUD harus menjadi proses adaptasi yang menyenangkan sehingga anak merasa nyaman dan percaya diri untuk belajar,” ujarnya.
Menurutnya, guru bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendampingi proses adaptasi anak. Di sisi lain, orang tua diharapkan menjadi mitra sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pendidikan anak usia dini. Saya berharap seluruh Bunda PAUD kabupaten dan kota terus bergerak bersama memperkuat layanan dan memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar sejak usia dini,” katanya
Selain itu, Thisia juga mengajak satuan PAUD menanamkan nilai-nilai Huma Betang, seperti kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Pendidikan karakter harus dimulai sejak anak usia dini. Karena itu, mari kita tanamkan nilai-nilai Huma Betang, seperti kebersamaan, gotong royong, saling menghargai, dan toleransi agar tumbuh menjadi karakter anak-anak Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sosialisasi tersebut diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, Ketua Pokja Bunda PAUD Kalteng, Nunu Andriani, Bunda PAUD kabupaten dan kota, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan anak usia dini.
Editor: Andrian