website murah
website murah
website murah
website murah

Bawang Dayak Tembus ke 80 Negara, Jadi Andalan UMKM Kalteng di Pasar Global

Bawang Lemba atau bawang Dayak digunakan secara turun temurun sebagai obat tradisional untuk mengatasi sejumlah penyakit seperti darah tinggi, kolesterol dan diabetes. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Di tengah tantangan perubahan regulasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kinerja produksi dan pemasaran UMKM Kalimantan Tengah (Kalteng) justru menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kalteng, Rahmawati usai menghadiri kegiatan evaluasi KDKMP Tahun 2025 yang digelar di Ruang Yudha Makodam XXII/Tambun Bungai, Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa meskipun secara klasifikasi banyak UMKM tercatat sebagai usaha mikro akibat aturan baru, dari sisi produksi dan ekspansi pasar justru mengalami peningkatan.

“Kalau dari sisi produksi, justru meningkat. Tahun ini kita sudah banyak melakukan ekspor ke luar negeri,” ujarnya.

Selain ekspor, promosi produk UMKM Kalteng juga gencar dilakukan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut dilakukan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah.

Rahmawati menyebut salah satu produk unggulan UMKM Kalteng yang telah menembus pasar global adalah Bawang Dayak. Produk herbal khas daerah tersebut kini dikenal di berbagai negara.

“Sebelumnya kita sudah punya produksi Bawang Dayak, dan itu sudah diterima di sekitar 80 negara,” ungkapnya.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa UMKM Kalteng memiliki daya saing tinggi, meskipun menghadapi berbagai tantangan administrasi dan regulasi.

Menurutnya, keberhasilan Bawang Dayak di pasar internasional menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk mendorong produk UMKM lainnya agar dapat mengikuti jejak serupa.

“Tentunya kami berharap pada 2026, bukan hanya Bawang Dayak, tetapi produk lainnya juga bisa diminati pasar mancanegara,” katanya.

Saat ini, DisKopUKM Kalteng mencatat terdapat sekitar 164 ribu UMKM yang harus didampingi dan dibina secara berkelanjutan.

Pendampingan tersebut tidak hanya difokuskan pada penguatan usaha di tingkat lokal, tetapi juga diarahkan agar UMKM mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

“Kita mendampingi UMKM bukan hanya skala lokal, tetapi kita arahkan ke skala nasional maupun internasional,” jelas Rahmawati.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, dan manajemen usaha menjadi kunci agar UMKM Kalteng terus berkembang.

Dengan dukungan pendampingan dan promosi yang berkelanjutan, Pemprov Kalteng optimistis UMKM tetap menjadi penggerak utama perekonomian daerah di tengah dinamika kebijakan dan pasar global.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan