website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Api Karhutla Kobar Tak Kenal Ampun, Puluhan Ular Ditemukan Hangus Terbakar

Ular yang terbakar karena karhutla di Kobar. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bukan hanya melahap vegetasi. Satwa liar yang berada di kawasan terdampak juga ikut menjadi korban ganasnya api.

Danton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Sayit Abdul Badawi, mengatakan petugas menemukan puluhan ekor ular dalam kondisi hangus ketika melakukan penanganan karhutla di lapangan, Sabtu (22/8/2026).

Temuan tersebut menjadi gambaran bagaimana dahsyatnya dampak karhutla terhadap ekosistem. Satwa yang tidak sempat menyelamatkan diri terjebak di tengah kepungan api dan asap.

“Karhutla memang memanggang hewan di dalam hutan dan lahan. Saya melihat ada puluhan ular hangus,” ujar Sayit.

Pasang Iklan

Ia memperkirakan jumlah satwa yang menjadi korban sebenarnya bisa jauh lebih banyak. Petugas hanya menemukan hewan yang berada di lokasi yang dapat dijangkau saat proses pemadaman berlangsung.

“Bisa lebih di daerah lain, bisa ratusan ular yang hangus. Bisa lebih juga. Kami menangani puluhan ekor ular, belum lagi yang tidak terlihat,” katanya.

Menurut Sayit, kondisi ini menjadi perhatian serius karena karhutla berpotensi merusak habitat dan mengancam berbagai satwa liar yang selama ini hidup di kawasan hutan Kobar.

Petugas juga mengkhawatirkan jika api merembet ke kawasan yang menjadi habitat satwa dilindungi. Salah satunya orangutan yang habitatnya harus dijaga dari ancaman kebakaran.

“Yang kita khawatirkan seperti orangutan, jangan sampai kena habitatnya. Orangutan ini kita jaga betul,” tegasnya.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, menyebut penanganan karhutla hingga kini masih terus dilakukan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data BPBD hingga 20 Agustus 2026, tercatat 204 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 867,49 hektare.

Pasang Iklan

Angka kejadian meningkat tajam dalam dua bulan terakhir. Pada Juli tercatat 62 kejadian, sedangkan Agustus hingga 20 Agustus sudah mencapai 94 kejadian. Sementara itu, pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 527 hotspot di Kobar, dengan 400 titik di antaranya muncul selama Agustus.

“Ini belum kita lihat data terbaru karena kita masih di lapangan melakukan pemadaman,” kata Adnan.

BPBD Kobar terus memperkuat pemadaman dan pemantauan untuk menekan meluasnya karhutla sekaligus mencegah semakin banyak satwa liar menjadi korban.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!