website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

527 Hotspot Mengepung Kobar, Bupati Nurhidayah Turun ke Tengah Karhutla

Bupati Kobar, Nurhidayah saat meninjau langsung penanganan karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kobar Hj. Nurhidayah turun langsung ke lokasi karhutla di Desa Tanjung Terantang dan Desa Kumpai Batu Atas, Sabtu (22/8/2026), untuk memastikan penanganan api berjalan maksimal.

Nurhidayah tidak hanya melihat kondisi dari jauh. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan kebakaran, mengecek upaya pemadaman, sekaligus memastikan petugas tidak menghadapi kendala yang dapat menghambat pengendalian api.

“Kunjungan ini untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi penanganan karhutla di lapangan. Kita ingin memastikan upaya pemadaman terus berjalan dan mengetahui apa saja yang menjadi kendala tim di lapangan,” ujar Nurhidayah.

Ia menilai karhutla harus ditangani secara cepat dan bersama-sama. Selain mengancam hutan dan lahan, kebakaran yang meluas juga berpotensi berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

Pasang Iklan

Nurhidayah mengapresiasi perjuangan personel gabungan yang masih terus berjibaku memadamkan api. Menurutnya, kondisi di lapangan membutuhkan kesiapsiagaan, kesabaran dan kerja sama kuat dari seluruh pihak.

“Yang paling penting adalah sinergi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua elemen harus bersama-sama, saling mendukung dan membantu dalam penanganan karhutla,” katanya.

Besarnya ancaman karhutla tergambar dari data BPBD Kobar per 20 Agustus 2026. Tercatat 527 hotspot, dengan 204 kejadian karhutla dan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 867,49 hektare.

Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 283 titik dari 111 kejadian, dengan luas lahan terbakar sekitar 184,48 hektare. Sementara Kecamatan Kumai mencatat 131 hotspot dan 65 kejadian, dengan luas lahan terbakar terbesar mencapai sekitar 588,41 hektare.

Hotspot juga tercatat di Arut Utara sebanyak 65 titik, Kotawaringin Lama 36 titik, dan Pangkalan Banteng 12 titik. Sedangkan Pangkalan Lada tercatat nihil hotspot, meski terdapat enam kejadian karhutla. Data tersebut belum mencakup seluruh kejadian terbaru yang masih dalam proses pendataan.

Nurhidayah meminta masyarakat tidak menjadi pemicu munculnya titik api baru. Warga diminta tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Pemkab Kobar bersama TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam, relawan, dunia usaha dan masyarakat terus bergerak: api harus dikendalikan, warga harus dilindungi, dan hutan serta lahan Kobar harus diselamatkan.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!