website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Ancaman Kemarau Ekstrem 2026, Kalteng Perkuat Barisan Hadapi Karhutla

Gubernur Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalteng meninjau sarana dan peralatan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla usai Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Siaga Karhutla 2026. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi kemarau ekstrem tahun 2026 menjadi alarm dini bagi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Prakiraan musim kering yang lebih panjang dengan puncak kemarau pada Juli hingga Agustus membuat langkah pencegahan ditempatkan sebagai prioritas utama, Minggu (19/4/2026).

Ancaman itu tidak dibaca sebagai proyeksi cuaca biasa. Di daerah yang memiliki pengalaman panjang menghadapi karhutla, informasi BMKG menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk bergerak lebih awal, menyiapkan mitigasi sebelum risiko membesar.

Sebelum ancaman kemarau memasuki fase puncak, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran telah menegaskan kesiapan daerah melalui Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana Penanggulangan Karhutla 2026 di Lapangan Barigas Polda Kalteng. Apel itu menjadi penanda bahwa respons terhadap ancaman musim kering dimulai dari kesiapan, bukan reaksi saat bencana terjadi.

Dalam apel tersebut, gubernur menegaskan data BMKG harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. “Ini tentu menjadi peringatan, menjadi alarm bagi kita semua untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman karhutla,” tegas Agustiar Sabran.

Pasang Iklan

Kemarau ekstrem tidak hanya dipandang sebagai ancaman lingkungan, tetapi juga risiko terhadap kesehatan, ekonomi masyarakat, dan stabilitas sosial, terutama bila kebakaran lahan tidak dicegah sejak awal.

Karena itu, penekanan pemerintah tidak berhenti pada kesiapan personel dan sarana, tetapi juga pada sinergi lintas sektor. “Penanganan karhutla harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi dan berkelanjutan dengan menekankan upaya pencegahan sebagai prioritas utama,” ujar gubernur.

Ingatan kolektif terhadap krisis kabut asap besar tahun 2015 menjadi pengingat mengapa kewaspadaan menghadapi kemarau ekstrem tidak boleh surut. Berdasarkan kajian berbasis data KLHK melalui SIPONGI dan analisis ilmiah, sekitar 197.486 hektare lahan gambut di Kalimantan Tengah terbakar pada periode Juli–Oktober 2015, menjadikan daerah ini salah satu episentrum bencana asap nasional saat itu.

Karakter kebakaran gambut yang membakar hingga lapisan bawah tanah membuat asap tebal kala itu bertahan berkepanjangan dan berdampak luas pada kesehatan, pendidikan, hingga transportasi. Dalam catatan ilmiah, total area gambut terbakar di Kalimantan mencapai sekitar 320.756 hektare pada tahun yang sama, menjadi pelajaran penting bahwa pencegahan jauh lebih menentukan dibanding penanganan ketika kebakaran sudah meluas.

Di sinilah pendekatan pencegahan menjadi kata kunci. Dari deteksi dini titik rawan, penguatan patroli, kesiapan logistik, hingga pelibatan masyarakat di tingkat tapak, seluruh langkah diarahkan untuk menghadapi musim kering dengan respons yang lebih sistematis.

Langkah penetapan Status Siaga Darurat Karhutla lebih awal pun mempertegas strategi itu. Pemerintah memilih bergerak sebelum kondisi memburuk, dengan menjadikan data BMKG sebagai dasar membaca risiko sekaligus menentukan respons.

Pasang Iklan

Agustiar Sabran juga mengingatkan agar tren positif pengendalian karhutla beberapa tahun terakhir tidak menimbulkan kelengahan. “Kita tidak boleh lengah dan harus terus waspada,” ujarnya, menegaskan ancaman kemarau tahun ini menuntut kewaspadaan yang konsisten.

Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, data BMKG dalam konteks ini tidak berhenti sebagai angka dan proyeksi. Ia menjadi alarm, menjadi rujukan, dan sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah menyatukan langkah.

“Marilah kita jadikan apel ini sebagai momentum untuk menyatukan langkah dan komitmen bersama,” pungkas gubernur.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran