website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

258 Desa Belum Dialiri PLN, Pemprov Genjot PLTS

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Vent Christway. (IST)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 258 desa dan kelurahan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilaporkan masih belum terjangkau oleh jaringan listrik utama Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemerintah Provinsi Kalteng berupaya keras mengatasi kesenjangan ini dengan menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi energi baru terbarukan (EBT).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Vent Christway, mengungkapkan bahwa dari total 1.571 desa dan kelurahan di wilayah Kalteng, masih ada sejumlah besar yang belum menikmati aliran listrik PLN.

“Sebagian sudah kami berikan akses listrik dengan menggunakan PLTS. Kalau di data kami, kurang lebih ada 20 desa lagi yang benar-benar belum berlistrik, baik PLN maupun PLTS,” ujar Vent saat berada di Kantor Gubernur Kalteng, beberapa waktu lalu.

Artinya, sebagian besar dari 258 desa yang belum terjangkau PLN telah mendapatkan intervensi listrik melalui PLTS, menyisakan 20 desa yang sama sekali belum teraliri energi.

Pasang Iklan

Vent menyebutkan, 20 desa yang sepenuhnya belum memiliki akses listrik tersebut ditargetkan akan mendapatkan fasilitas PLTS baru pada tahun 2026 mendatang.

“Melihat dari ketersediaan anggaran, kami berharap tahun 2026 sudah terpasang PLTS,” katanya, menunjukkan rencana pemerintah daerah untuk menuntaskan desa gelap.

Vent menjelaskan bahwa upaya pemerintah daerah saat ini sangat difokuskan pada pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan terpencil.

Intervensi ini dilakukan dengan memanfaatkan secara maksimal potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki Kalteng.

“Kami sudah menjalankan program pemasangan PLTS sejak 2024. Pada 2025 dan 2026 akan kami lanjutkan lagi,” jelasnya, menggarisbawahi kesinambungan program.

Namun, Vent Christway tidak menampik bahwa penggunaan PLTS memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan jaringan listrik PLN. Salah satunya adalah umur pakai perangkat yang terbatas.

Pasang Iklan

“PLTS memiliki umur pakai. Jika sudah lebih dari lima tahun, kemungkinan terjadi kerusakan sehingga bisa menurunkan rasio desa berlistrik. Jadi rasio ini sifatnya dinamis, bisa naik dan turun,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Vent, solusi terbaik dan paling stabil bagi rasio desa berlistrik Kalteng tetaplah melalui percepatan dan perluasan jaringan listrik PLN.

“Kami mendukung PLN memperluas jaringannya. Sementara ini, desa yang belum teraliri PLN akan dipasang PLTS dulu sampai nantinya bisa terkoneksi jaringan PLN,” pungkasnya, menegaskan bahwa PLTS adalah solusi sementara menuju koneksi jaringan listrik permanen.

Penulis : Suhairi

Editor : Maulana Kawit

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran