INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pelaku usaha rumahan tidak harus menggunakan banyak platform digital untuk mulai memasarkan produknya. Mereka dapat memanfaatkan media yang paling dekat dengan pelanggan, salah satunya WhatsApp Business.
Hal tersebut disampaikan dosen FEB UPR, Dhina Sri Widyaningsih dalam kegiatan SMART WOMENPRENEUR yang digelar Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Manajemen FEB UPR kepada ibu rumah tangga pelaku Unit Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Perumahan Griya Subur Asri, Palangka Raya, Minggu, 5 September 2026.
Dalam materi branding dan digital marketing, Dhina menjelaskan pentingnya identitas usaha. Nama dan tagline usaha sebaiknya mudah diucapkan, memiliki kesan positif, dan mudah diingat.
Label produk juga perlu memuat informasi penting seperti nama merek, varian produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa atau saran penyimpanan, serta kontak pemesanan dan media sosial.
Dhina mendorong pelaku usaha memanfaatkan WhatsApp Business untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan. Foto produk juga dapat dibuat menggunakan kamera telepon seluler tanpa harus menggunakan peralatan khusus.
“Digital marketing dilakukan secara bertahap. Tidak perlu langsung menguasai semua platform. Mulailah dari media yang paling dekat dengan pelanggan,” ujar Dhina.
Selain pemasaran digital, peserta mendapat materi mengenai strategi pemasaran dan pengembangan produk dari Berta Margareta Agustin Wijaya.
Berta memperkenalkan konsep pemasaran 4P, yaitu product, price, place, dan promotion. Pelaku usaha juga perlu mengetahui siapa calon pembelinya dan memiliki keunggulan yang membedakan produk mereka dari pesaing.

Inovasi produk pun tidak harus mahal. Pelaku usaha bisa mencoba mengubah rasa atau ukuran, memperbaiki kemasan, meningkatkan pelayanan, atau membuat paket penjualan.
Berta juga menekankan pentingnya pelayanan dan kecepatan merespons pelanggan. Produk yang menarik tetap membutuhkan pelayanan yang baik agar konsumen mau kembali membeli.
Dhina menambahkan, pemasaran bukan hanya soal membuat produk terjual. Pelaku usaha perlu membuat produknya dikenal, diingat, lalu dipilih ketika konsumen membutuhkan.
“Produk yang baik perlu dikenal. Produk yang dikenal perlu diingat. Produk yang diingat lebih mudah dipilih,” pungkasnya.
Editor: Andrian