INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pelaku usaha rumahan perlu mengetahui ke mana uang usaha mereka digunakan. Karena itu, pencatatan keuangan menjadi salah satu materi utama yang diberikan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) kepada ibu rumah tangga pelaku Unit Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Perumahan Griya Subur Asri, Palangka Raya, Minggu, 5 September 2026.
Dalam kegiatan SMART WOMENPRENEUR, dosen FEB UPR, Agustina Muliyani memberikan cara sederhana mengelola keuangan usaha melalui lima langkah, yaitu catat, pisahkan, hitung, laporkan, dan evaluasi.
Agustina mengatakan, uang usaha sebaiknya tidak dicampur dengan uang untuk kebutuhan rumah tangga. Pemisahan tersebut membantu pelaku usaha mengetahui jumlah modal, pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan secara lebih jelas.
Peserta juga diperkenalkan dengan beberapa jenis buku pencatatan, seperti buku kas, penjualan, pembelian, utang, piutang, dan persediaan. Namun, bagi pelaku usaha yang baru mulai mencatat, buku kas dapat menjadi langkah awal.
Selain pencatatan, Agustina menjelaskan cara sederhana menghitung harga jual menggunakan Harga Pokok Penjualan (HPP). Perhitungan ini membantu pelaku usaha menentukan harga dengan memperhatikan biaya yang dikeluarkan.
Untuk memudahkan pencatatan, Agustina juga mengenalkan aplikasi Android Catatan Keuangan yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi usaha secara digital.
Pengelolaan keuangan tersebut penting agar pelaku usaha tidak hanya mengetahui jumlah produk yang terjual, tetapi juga memahami hasil sebenarnya dari usaha mereka.
“Jangan hanya bertanya: ‘Berapa yang sudah saya jual?’ Mulailah bertanya: ‘Berapa yang benar-benar saya hasilkan, ke mana uang saya pergi, dan bagaimana uang itu membuat usaha saya berkembang?’,” kata Agustina.
Sementara itu, Arif Rahman Hakim memberikan materi mengenai pengelolaan waktu dan pola pikir dalam menjalankan usaha. Ia mendorong peserta tidak lagi menganggap usaha sebagai kegiatan yang hanya dilakukan ketika memiliki waktu luang.

Usaha rumahan, kata Arif, dapat berkembang jika dikelola secara serius dan dilakukan secara bertahap.
“Tidak perlu menunggu modal besar. Tidak perlu menunggu usaha menjadi sempurna. Mulailah dari apa yang sudah dimiliki, lihat kebutuhan di sekitar, lakukan satu perbaikan, dan kembangkan secara bertahap,” tambahnya.
Editor: Andrian