INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyalurkan Rp1.333.798.000 dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dana yang ditransfer pada 9 September 2026 itu merupakan tahap pertama dukungan pembiayaan selama masa tanggap darurat.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kobar Syahrudin mengatakan, dana tersebut dibagi kepada tiga perangkat daerah yang memiliki peran dalam penanganan karhutla, yakni BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.
“Ini baru tahap I, masih ada tahap berikutnya sesuai permintaan dan kebutuhan dari BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” kata Syahrudin, Senin (14/9/2026).
Alokasi terbesar diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar sebesar Rp1.110.165.000. Dana ini digunakan untuk mendukung operasional penanganan karhutla, termasuk kebutuhan di lapangan selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kobar mendapat Rp142.960.000. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat, terutama di tengah kondisi asap dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan.
Adapun Dinas Sosial Kobar memperoleh Rp80.673.000. Dana tersebut diperuntukkan bagi dukungan penanganan sosial dan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana selama masa tanggap darurat.
Syahrudin mengatakan, penyaluran BTT tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah agar penanganan karhutla dapat berjalan sesuai tugas masing-masing instansi. Penggunaan dana juga diarahkan berdasarkan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Kita dapat bantuan dari pusat untuk penanganan karhutla. Insya Allah sesuai dengan kebutuhan,” ujar Syahrudin.
Menurut dia, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla selama masa tanggap darurat. Setiap perangkat daerah juga diminta menyampaikan kebutuhan belanja yang berkaitan langsung dengan penanganan bencana.
“Kita tunggu usulan kebutuhan anggaran belanjanya dari BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial selama masa tanggap darurat,” kata Syahrudin.
Penyaluran BTT tahap pertama ini menjadi salah satu bentuk dukungan pembiayaan Pemkab Kobar dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi. Besaran dukungan selanjutnya akan mengikuti perkembangan penanganan dan pengajuan dari perangkat daerah terkait.