INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mematangkan program pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang dilakukan adalah membahas skema Kredit UMKM Huma Betang Unggul, Efisien, dan Tangguh (HAGUET).
Pembahasan tersebut dilakukan melalui rapat yang digelar secara virtual di Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, baru-baru ini.
Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansjah yang mewakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng.
Darliansjah mengatakan program ini disiapkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kalteng.
Menurutnya, selama ini masih banyak pelaku usaha yang kesulitan memperoleh kredit dari lembaga keuangan formal.
“Masih ada sejumlah kendala yang dihadapi UMKM, seperti keterbatasan agunan, pembukuan usaha yang belum tertata, serta akses kredit yang masih rendah,” kata Darliansjah.
Ia menjelaskan skema kredit HAGUET dirancang melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perbankan, khususnya Bank Kalteng, dengan dukungan lembaga penjamin.
Program tersebut mengusung konsep pembiayaan berbasis subsidi bunga dan berbagi risiko antara pemerintah daerah dan pihak bank.
“Intervensi pemerintah tidak cukup hanya subsidi bunga, tetapi juga harus disertai pendampingan dan sistem penjaminan agar UMKM benar-benar terbantu,” ujarnya.
Melalui skema ini, pelaku UMKM dapat memperoleh kredit dengan bunga nol persen.
Suku bunga kredit sebesar 6 persen per tahun akan ditanggung bersama oleh pemerintah daerah dan bank, sehingga debitur hanya membayar pokok pinjaman.
Pemprov Kalteng berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.
Editor: Andrian