INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Palangka Raya (UINPr) menggelar Training Legislatif Mahasiswa di Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) selama dua hari, 9–10 Mei 2026.
Kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami fungsi legislasi, pengawasan, hingga advokasi dalam organisasi kemahasiswaan.
Mengusung tema “Membangun Legislator Mahasiswa yang Kritis, Berintegritas, dan Bertanggung Jawab”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai organisasi kampus di Palangka Raya.
Ketua panitia, Muhammad Dhany Fajar Ilahi mengatakan, training legislatif bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wadah untuk membentuk mahasiswa yang memahami peran organisasi dan perjuangan aspirasi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, tetapi ruang pembelajaran untuk membentuk mahasiswa yang memahami fungsi legislasi, pengawasan, advokasi, serta tanggung jawab organisasi dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) itu menilai, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial sehingga harus memiliki sikap kritis dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan dan kontrol sosial. Karena itu, legislator mahasiswa harus memiliki sikap kritis dalam melihat persoalan rakyat, berintegritas dalam menjalankan amanah, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan dan tindakan,” katanya.
Sementara itu, Ketua SEMA UIN Palangka Raya, Yuyun Sanjaya, menilai kolaborasi antarmahasiswa perlu terus diperkuat agar tercipta sinergi yang lebih baik di kalangan mahasiswa Kota Palangka Raya.
“Kolaborasi harus terus ditingkatkan demi mewujudkan kebersamaan dan sinergi mahasiswa se-Kota Palangka Raya. Mahasiswa harus mampu bersatu dan membangun gerakan yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya membahas soal legislatif mahasiswa, tetapi juga pengembangan pola pikir dan kemampuan mahasiswa dalam melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
“Kegiatan ini bukan hanya memahami training legislatif, tetapi juga mencakup banyak hal. Mahasiswa harus mampu berpikir dari berbagai sudut pandang dan memahami bagaimana berkontribusi di berbagai instansi maupun sektor,” jelasnya.
Sejumlah tokoh turut hadir sebagai pemateri, di antaranya Ketua HIPMI Kota Palangka Raya Ahmad Hafiz Noorfaizin, Ketua Komisi II DPRD Kalteng Siti Nafsiah, Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana, Wakil Bupati Murung Raya Rahmanto Muhidin, dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi.
Panitia menyebut antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menjadi tanda bahwa training legislatif tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa dan diharapkan dapat kembali digelar pada tahun mendatang.
Editor: Andrian