website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Ritual Mamapas Lewu di Palangka Raya Tahun Ini Dilaksanakan Lebih Awal

PEMBUKAAN – Acara pembukaan Ritual Mamapas Lewu yang dilaksanakan di Betang Hapakat, jalan RTA Milono, Palangka Raya.

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) melaksanakan Ritual Mamapas Lewu yang bertempat di Betang Hapakat, Jalan RTA Milono, Palangka Raya pada Kamis, 2 Desember 2021 yang mana akan dilaksanakan hingga 4 Desember 2021.

Adapun Ritual Mamapas Lewu yang biasanya dilaksanakan menjelang akhir atau pergantian tahun dilaksanakan lebih awal, hal tersebut dilakukan mengingat Pemerintah Pusat menetapkan kebijakan PPKM level 3 selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022 untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Yang mana kebijakan ini tertuang dalam Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Adapun dalam sambutannya Ketua Majelis Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya, Parada LKDR dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan oleh Pemko Palangka Raya, melalui Disbudparpora.

Pasang Iklan

“Salah satu tujuan Ritual ini diantaranya melestarikan budaya sehingga kami berterima kasih kepada seluruh stake stakeholder terkait. Karena Ritual ini sebagai salah satu kearifan lokal yang harus terus dijaga,” ucap Parada.

Sementara itu Kepala Disbudparpora Palangka Raya, Ikhwanudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ritual merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada awal sebelum melakukan sesuatu.

“Kegiatan Mamapas Lewu, Maarak Sahur, Manggantung Sahur merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Palangka Raya dan Majelis Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya. Saya berharap ritual ini untuk terus ada dan dilestarikan agar tetap ada dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa ritual ini juga untuk, sarana mempererat tali silaturahmi antar umat beragama dengan semangat isen mulang untuk membangun daerah menjadi lebih baik kedepannya.

Adapun Ritual mamapas lewu ini mempunyai tujuan untuk memulihkan keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan, serta manusia dengan alam sekitar agar terhindar dari marabahaya dan marabencana.

Mamapas lewu merupakan kegiatan untuk membersihkan Kota Palangka Raya dari pengaruh jahat atau hal-hal buruk, baik oleh manusia maupun oleh roh jahat dalam kehidupan sehari-hari.

Pasang Iklan

Kemudian maarak sahur, adalah ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa. Sedangkan manggantung sahur lewu adalah sebagai wujud permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar Kota Palangka Raya selalu dijaga dan dilindungi dari hal yang tidak baik.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran