INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit kembali menggelar razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan rutin seperti biasanya. Dalam razia tersebut bukan benda terlarang seperti handphone yang ditemukan, melainkan sebuah lobang di bawah tempat tidur yang hampir mencapai dinding.
Kepapa lapas Sampit, Mohamad Yani mengatakan jika mereka melakukan kegiatan razia kamar hunian seperti biasanya dengan waktu yang fleksibel atau tidak menentu tetapi tetap dilakukan setiap beberapa kali dalam satu minggu.
Pada kegiatan razia terkahir yang dilakukan minggu yang lalu, para petugas menemukan sebuah lobang di dalam kamar para tahanan. “Kegiatan razia kamar hunian kami masih rutin kami lakukan, terakahir minggu yang lalu. Dalam kegiatan itu kami menemukan sebuah bolongan di bawah tempat tidur,” kata Yani, Senin 4 Agustus 2025.
Mendapatkan kabar ada lobang di dalam kamar tahanan, Yani langsung mengambil tindakan dengan melakukan penutupan pada lobang tersebut.
“Setelah kami temukan bolongan kami langsung bertindak dengan menambal atau menutupnya, yang kami takutkan jika bolongan tersebut akan dijadikan WBP sebagai jalan untuk kabur dari tahanan,” katanya.
Dirinya mengungkapkan jika bolongan tersebut diduga digunakan sebagai tempat para tahanan menyimpan barang terlarang jenis handphone dan kabel-kabel.
“Kalo dugaan kami bolongan tersebut digunakan mereka untuk menyimpan handphone. Dan saat kami tanya ke WBP, bolongan itu sudah ada sejak lama sejak tahanan yang sudah bebas itu sudah ada,” jelasnya.
Meski dalam razia tersebut mereka tidak menemukan benda-benda terlarang, fakta terdapat lobang tersebut termasuk hasil yang sangat menarik. Karena bisa saja lobang menjadi tempat atau bahkan jalan pelarian untuk para tahanan.
Penulis: Oktavianto
Editor: Andrian