INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata. Diperlukan pendekatan holistik dan kolaboratif untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, pada Senin, 7 Juli 2025, menyampaikan bahwa Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dijalankan Pemkot merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Program ini tidak hanya menyasar bantuan tunai, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan rumah layak huni.
“Kemiskinan tidak boleh dibiarkan menjadi siklus yang terus berulang. Kita perlu intervensi yang komprehensif agar masyarakat miskin dan rentan tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga mampu berkembang dan mandiri,” ujar Zaini.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sektor pemberdayaan ekonomi bagi warga berpenghasilan rendah. Dengan memberikan akses terhadap pelatihan, modal usaha, dan peluang kerja, masyarakat miskin diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.
Dalam upaya tersebut, Pemkot Palangka Raya mengajak seluruh pihak untuk terlibat, mulai dari perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha. Zaini menilai, kolaborasi lintas sektor adalah fondasi utama dalam memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dari arus pembangunan.
“Ini bukan sekadar soal angka kemiskinan, tapi soal keadilan sosial. Kita semua punya peran untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Editor: Andrian