INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam tujuh besar nasional pada penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Tahun 2026 yang dilakukan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.
Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor 204.S Tahun 2026 tertanggal 30 Juli 2026, Kalteng memperoleh nilai 91,810 dengan predikat Sangat Baik, sekaligus menempati peringkat ketujuh nasional.
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan dibanding penilaian sebelumnya yang berada di angka 89,259. Dengan demikian, nilai kinerja PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha di Kalteng naik 2,551 poin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pelayanan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha. Peringkat ketujuh nasional dengan kategori Sangat Baik menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan perizinan dan investasi,” kata Rangga, Jumat, 31 Juli 2026.
Dalam daftar nasional, Kalteng berada di bawah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Maluku Utara, dan Jawa Tengah. Meski begitu, Kalteng berhasil mencatatkan nilai lebih tinggi dibanding sejumlah provinsi lain, seperti Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, hingga DKI Jakarta.
Rangga menilai, peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan perizinan yang terus dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, pembenahan sistem pelayanan mulai menunjukkan hasil positif dalam mempercepat proses perizinan dan meningkatkan kepastian bagi para pelaku usaha.
Ia berharap, capaian itu dapat menarik lebih banyak investasi ke Kalteng, sehingga berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rangga menambahkan, prestasi tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan yang dicanangkan Gubernur Agustiar Sabran melalui penguatan pelayanan publik dan transformasi digital.
“Kami siap mendukung visi dan program pembangunan Bapak Gubernur. Investasi yang masuk ke Kalimantan Tengah harus memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Kalimantan Tengah yang semakin BERKAH, maju, dan sejahtera,” tutupnya.
Editor: Andrian