website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pesona Sungai Sekonyer Terus Mengangkat Citra Kotawaringin Barat di Mata Dunia

Sungai Sekonyer, Kotawaringin Barat. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Desa Sungai Sekonyer di Kecamatan Kumai kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Lokasinya yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting menjadikan desa ini sebagai pintu utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Kalimantan.

Nama Sungai Sekonyer sudah dikenal luas hingga mancanegara karena menjadi jalur menuju habitat orangutan liar yang menjadi ikon wisata Indonesia. Setiap tahunnya, wisatawan domestik maupun asing datang menyusuri sungai tersebut untuk menikmati pengalaman wisata alam yang khas.

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Sungai Sekonyer juga memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga. Kondisi ini menjadi nilai tambah yang membuat kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan destinasi wisata lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat, Rona Nirmala, mengatakan Sungai Sekonyer memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pasang Iklan

“Kelestarian lingkungan, budaya masyarakat, dan keramahan warga menjadi modal penting untuk menarik wisatawan,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan upaya pelestarian alam.

Keberadaan Sungai Sekonyer juga memperkuat citra Kotawaringin Barat sebagai daerah tujuan wisata unggulan di Kalimantan Tengah. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Sungai Sekonyer terus menjadi salah satu wajah pariwisata Indonesia dari Kalimantan. Kawasan ini tidak hanya menjadi gerbang menuju Tanjung Puting, tetapi juga menjadi simbol harmonisasi antara pariwisata, budaya, dan pelestarian lingkungan.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!