INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara (Barut), Muhlis, didampingi oleh Pj Ketua PKK Marsiana Muhlis, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), yang digelar dengan khidmat di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Jumat (23/05/2025). Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Kalteng, termasuk Bupati, Walikota, dan pejabat pemerintahan lainnya.
Upacara peringatan hari jadi provinsi yang dikenal dengan kekayaan alam dan keberagaman budaya tersebut dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan rangkaian kegiatan seremonial yang sarat makna dan nilai-nilai historis. Peringatan ini menjadi momentum strategis bagi Pemprov Kalteng untuk mengingat dan menghormati perjalanan panjang pembangunan daerah yang telah diraih selama enam dekade lebih.
Gubernur Kalteng dalam undangan resmi menginstruksikan agar seluruh pejabat daerah beserta pasangan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Instruksi tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus upaya penguatan identitas budaya lokal yang sangat beragam di wilayah Kalimantan Tengah.
Para pejabat Forkopimda, jajaran sipil, serta tamu undangan terlihat mengenakan busana adat lengkap dengan aksesori tradisional, yang menjadi simbol kearifan lokal dan kekayaan warisan budaya. Pakaian adat yang dikenakan juga menjadi refleksi dari keberagaman suku dan komunitas yang ada di provinsi tersebut, mulai dari Dayak, Melayu, hingga komunitas lainnya.
Pj Bupati Muhlis yang mengenakan pakaian adat khas suku Dayak tampil dengan khidmat, menunjukkan komitmen dan kecintaan terhadap budaya daerah. Kehadirannya bersama Marsiana Muhlis dalam peringatan ini menjadi simbol solidaritas dan rasa bangga masyarakat Barito Utara terhadap sejarah dan tradisi yang terus dilestarikan.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas sekaligus modal sosial dalam menghadapi tantangan global.
“Seni dan budaya kita adalah jati diri yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Melalui peringatan ini, kita ingin menguatkan rasa kebersamaan dan persatuan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Pj Bupati Muhlis menyatakan bahwa peringatan ini menjadi momentum strategis untuk merefleksikan peran budaya dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya sekadar soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menuntut penguatan nilai-nilai kebudayaan sebagai perekat sosial.
“Peringatan HUT Ke-68 ini menjadi pengingat pentingnya menjaga budaya sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis. Kami di Barito Utara siap berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan budaya demi kesejahteraan masyarakat,” kata Muhlis.
Rangkaian acara peringatan tidak hanya terbatas pada upacara bendera, tetapi juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya khas daerah yang menampilkan tarian tradisional, musik khas Kalimantan Tengah, dan pagelaran busana adat yang memukau para peserta.
Seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir menyambut antusias pertunjukan tersebut sebagai wujud apresiasi terhadap warisan budaya yang selama ini menjadi kebanggaan provinsi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi dan pengenalan budaya kepada generasi muda.
Penampilan pakaian adat yang beragam dari berbagai daerah menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) di Kalimantan Tengah. Hal ini sekaligus mempertegas posisi budaya sebagai pilar utama dalam membangun daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar Provinsi Kalimantan Tengah terus maju dan sejahtera, dengan masyarakat yang harmonis serta budaya yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, berkomitmen untuk terus menggelorakan dan mendukung program-program pelestarian budaya sekaligus pembangunan yang berorientasi pada kearifan lokal.
Dengan semangat HUT Ke-68 Provinsi Kalteng, diharapkan terbangun sinergi kuat antar-pemangku kepentingan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang lebih maju, adil, dan berbudaya. (Shp/Maulana Kawit)